LINTASAN ATLETIK: Warga menggunakan lintasan atletik lapangan Tri Lomba Juang Semarang untuk joging dan berolahraga. Rencananya tahun 2017 nanti, lintasan atletik ini akan dibangun dengan standar nasional. (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)

Kembalikan Jejayaan Tri Lomba Juang

LINTASAN ATLETIK: Warga menggunakan lintasan atletik lapangan Tri Lomba Juang Semarang untuk joging dan berolahraga. Rencananya tahun 2017 nanti, lintasan atletik ini akan dibangun dengan standar nasional. (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)

LINTASAN ATLETIK: Warga menggunakan lintasan atletik lapangan Tri Lomba Juang Semarang untuk joging dan berolahraga. Rencananya tahun 2017 nanti, lintasan atletik ini akan dibangun dengan standar nasional. (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pemkot Semarang memiliki ambisi untuk mengembalikan kejayaan GOR Tri Lomba Juang Semarang yang sempat jadi kiblat sarana olahraga di Jawa Tengah di era 1970 hingga 1980an. Maka untuk itu, di tahun 2017 Pemkot Semarang akan mengebut proses penyelesaian pembangunan GOR yang sempat molor beberapa tahun.

Agus Riyanto, Kepala DTKP Kota Semarang mengatakan, tahun 2017 pemerintah menganggarkan sekitar Rp 25 miliar guna pembangunan tahap akhir. Beberapa fasilitas yang akan dibangun, di antarnya lapangan multy fungsi, lintasan atletik sintetis (8 line), dan infrastruktur lain.

“Pembangunan tahap akhir ini targetnya selesai akhir tahun 2017. Di lapangan atletik juga sudah dibangun tribun penonton dengan kapasitas sekitar 1.000 kursi,” katanya, Selasa (6/12).

Selain menggarap lapangan atletik, pihaknya juga akan melengkapi dengan fasilitas penunjang seperti dinding panjat tebing dengan ketinggian delapan meter, line lempar lembing, tolak peluru, dan lainnya.

“Kami juga sudah koordinasi dengan beberapa cabang olahraga yang nantinya memanfaatkan lapangan ini. Mengacu standar kelayakan, lapangan atletik ini akan dibangun dengan standar nasional. Termasuk delapan line lintasan atletik,” katanya.

Saat ini pengajuan anggaran sudah disetujui legislatif. Targetnya Maret 2017, dokumen pekerjaan sudah selesai dan bisa dilelangkan. Sehingga sekitar April hingga bulan Juni 2017, pekerjaan pembangunan sudah dapat dimulai.

“Saat ini ada sedikit revisi design, karena design yang ada dibuat tahun 2012. Setelah selesai review, baru bisa dilelangkan,” katanya didampingi Taqwa Dienson, Kabid Teknologi dan Jasa Konstruksi Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang.

(Lanang Wibisono/CN39/SM Network)

Comments

comments