Foto; suaramerdeka.com / Moch Kundori

Kemampuan Klub Merata

Foto; suaramerdeka.com / Moch Kundori

Foto; suaramerdeka.com / Moch Kundori

SALATIGA, suaramerdeka.com – Kejuaraan Kota (kejurkot) bulu tangkis seri I tahun 2017  yang diselenggarakan Persatuan Bulu Tangkis (PBSI) Salatiga telah menyelesaikan seluruh pertandingan. Hingga berita ini diturunkan partai final masih berlangsung di semua nomor pertandingan di GOR PPLP Sepak takraw Salatiga.

Dilihat dari hasil semi final, terlihat tidak ada dominasi menonjol dari satu klub untuk meloloskan pemain ke partai puncak. Boleh dibilang kemampuan peserta merata. Partai seru terjadi di kelompok tunggal anak putra utama. Di nomor ini diikuti delapan peserta yang para pemainnya pernah juara.

Pada kejurkot kali ini, PBSI menerapkan aturan baru, pemain yang pernah juara di kelompok madya, tidak diperbolehkan tampil lagi di kelompok yang sama. Mereka harus naik kelas yaitu di kelompok utama.

Di kelompok tunggal anak putra utama ini, panitia tidak memberlakukan seeded untuk menempatkan pemain-pemain sebagai unggulan. Semua peserta diundi yang akhirnya para unggulan bertemu di babak semi final.

Seperti pemain unggulan pertama Betrand (Glory) harus bentrok di babak semi final melawan Yudis (SGS). Kedua pemain ini sebenarnya sebagai unggulan pertama dan kedua di kelompok tunggal anak madya sehingga biasanya bertemu di partai puncak. Pertandingan semi final ini akhirnya dimenangi Yudis. Di partai final, Yudis ditantang rekan satu klub Rasky.

“Karena ini peraturan baru, dan semua pemain pernah juara, maka panitia tidak menempatkan unggulan. Akhirnya semua peserta diundi untuk menentukan tempat sistem gugur pertandingan,” kata Bayu Angki Anggono, seksi pertandingan.

Secara keseluruhan, kemampuan klub merata. Terbukti klub-klub baru seperti PB Domas dan Mahkota mampu menempatkan wakil-wakilnya ke final. Ini menujukkan bahwa pembinaan bulu tangkis di Salatiga merata yang tidak didominasi klub-klub itu-itu saja.

PB Mahkota menguasai final di kelompok tunggal pradini putri dan usia dini putra madya, sedangkan di kelompok anak putri madya, Helena (Berkat Abadi) bertemu dengan Natasya (Rajawali) di partai final. Final lainnya, di kelompok usia dini putri madya, Yuan (SGS) berhadapan dengan Agmia (Rajawali).

Untuk kelompok anak putra madya, pemain PB Mitra Jaya, Anggasta melaju ke final dan berhadapan dengan Raka (SGS).  Sekretaris PBSI Salatiga Sigit Rahmadi mengatakan, turnamen berlangsung lancar. Meski ada protes-protes kecil itu wajar dan tidak memengaruhi keseluruhan penyelenggaraan.

(Moch Kundori / CN26)

Comments

comments