LEAD: Ajang Indospeed Race Series (IRS) seri ke dua berlangsung di sirkuit internasional Sentul pada Minggu (22/5). (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

Kelas Baru OMR YZF-R25 di IRS Bikin Meriah Kejurnas

LEAD: Ajang Indospeed Race Series (IRS) seri ke dua berlangsung di sirkuit internasional Sentul pada Minggu (22/5). (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

LEAD: Ajang Indospeed Race Series (IRS) seri ke dua berlangsung di sirkuit internasional Sentul pada Minggu (22/5). (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

SENTUL, suaramerdeka.com - Untuk pertama kalinya One Make Race (OMR) R25 bagi komunitas Yamaha diselenggarakan di Indospeed Race Series (IRS) saat seri kedua, Minggu 22 Mei di Sentul International Circuit, Bogor. Balapan itu sukses memberikan tontonan yang menarik dan menegangkan. Bagaimana tidak, rider asal Yamaha R25 Owners Indonesia (YROI), Alvian Hadi Putra mampu menempati posisi 2 setelah start dari posisi paling akhir yaitu 31.

Supporting class yang diselenggarakan oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) ini memang dikhususkan untuk komunitas R25. Peserta yang ikut balap diambil dari komunitas YROI, YARRCI, dan ROCK gabungan kelas Comm A, dan Comm Pro. Saat OMR R25, rider Comm A, Dipa Citranto memberikan kejutan dengan finis di posisi 5. Padahal dia start dari posisi 11, dan harus berjuang melawan rider lain yang berada di atasnya.

“Race di kelas komunitas R25 ini tidak kalah seru jika dibandingkan dengan yang lain. Pengalaman untuk bersaing bersama di 2 kelas berbeda bisa menjadi pengalaman berharga bagi para rider. Tapi kalau dilihat secara keseluruhan memang semua rider merasa puas bisa merasakan atmosfer Kejurnas IRS lengkap dengan aturan dan regulasinya,” kata Supriyanto, Manajer Motor Sport PT YIMM.

Sementara, Alvian mengungkapkan perjuangannya saat race. “Kemarin saat free practice sampai qtt motor saya bermasalah, mati. Jadi harus start dari posisi buncit. Tapi memang sejak awal saya sudah menekan dan agresif untuk bisa masuk ke posisi depan. Tekanan dari rider lain juga sangat ketat, tapi saya coba ambil posisi di beberapa tikungan. Hasilnya saya bisa bertahan di posisi 2,” kata Alvian.

Alvian harus berjuang sengit dengan rider Joni Triatmo dan David Angjaya untuk bisa mempertahankan posisinya. Sementara itu jauh meninggalkan rider lainnya, di posisi teratas menjadi milik Renaldi Andriawan dengan selisih waktu 3.558 detik dari Alvian. Renaldi sukses mempertahankan posisi puncaknya sejak awal hingga race selesai. “Saya didukung dengan kondisi motor yang optimal. Sejak awal saya sudah unggul di depan. Sampai akhir race, saya bisa mempertahankan posisi,” katanya.

Yamaha Masih Kuasai Kelas 150

Yamaha R Series melanjutkan hegemoninya memenangi dua seri beruntun Kejuaraan Nasional Indospeed Race Series (IRS) 2016. YZF-R25 dan YZF-R15 bersama pebalap-pebalap Yamaha membuktikan ketangguhannya jadi yang terbaik di Sentul International Circuit.

Di seri pertama, Irwan Ardiansyah (Yamaha Yamalube Nissin KYT FDR) dengan YZF-R15 memenangi kelas Sport 150cc dan kelas Sport 250 cc dikuasai Wilman Hammar (Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin) dengan YZF-R25. Seri kedua yang berlangsung Minggu 22 Mei 2016 sepenuhnya menjadi milik Yamaha lagi. Wahyu Aji yang mewakili HDS Racing keluar sebagai juara kelas Sport 150 cc dan podium kelas Sport 250 cc diduduki trio Yamaha, dengan sang jawara rider Yamaha asal Jatim Syahrul Amin disusul Irwan Ardiansyah dan MH Zaki Adil.

Keseruan jalannya race di kelas Sport 150 cc sebenarnya sudah bisa diprediksi dari hasil qtt. YZF-R15 memang cocok untuk riding keseharian dan mudah dimodifikasi untuk aktivitas balap, mesinnya SOHC 150 liquid cooled, berteknologi MotoGP DiASil Cylinder dan Forged Piston, memiliki durability dan ketahanan yang sangat kuat, bertenaga, irit, rangka delta box menjadikannya kuat namun lincah dikendarai.

“Ini podium pertama saya di motor sport. Saya baru pertama kali balap sport mulai IRS tahun ini. Di seri 1 saya posisi ke-4. Belajar dari seri 1 IRS, saya mulai menemukan strategi yang tepat untuk seri 2 ini. Walaupun ada penyesuaian sedikit karena penggantian ban di seri 2 ini,” tutur Wahyu Aji.

Sajian menarik diperlihatkan oleh Fabrianus Balank. Secara mengejutkan Balank yang start dari posisi 24 mampu menggeser satu persatu rider lain dan berhasil finis di urutan kedua. Dirinya mengaku, posisi start di belakang merupakan keuntungan tersendiri baginya. Dengan begitu, dia bisa mengukur lawannya dan melewati satu persatu.

“Start di posisi belakang bukan masalah bagi saya, justru itu keuntungan bagi saya. Saya seperti punya kartu joker untuk bisa meraih podium. Karena itu salah satu spesialisasi saya, start di posisi belakang dan finish di depan. Yang menentukan hasil akhirnya tinggal motor saya saja. Saat ini motor saya belum maksimal, di seri 3 nanti akan saya maksimalkan lagi bersama tim karena persaingan semakin ketat,” ungkap rider bernomor 128.

Jawara di kelas Sport 250 cc, Syahrul Amin, berjuang keras untuk menjadi juara. Pasalnya Syahrul yang start dari posisi ke-7 hanya terpaut 0,021 detik dari Irwan dan 0,071 detik dari Zaki. Di Seri 2 IRS kelas Sport 250 cc ini, Yamaha kembali mendominasi race menggunakan motor R25.

Sementara itu di kelas Supersports 600cc para pembalap dari tim Kawasaki Manual Tech perdana ikut di Kejurnas IRS. Dua pembalap utamanya yakni Yudhistira dan M Fadli terjun di IRS setelah absen karena ikut ajang Asia Road Racing Championship. Hasilnya Yudhistira mampu juara pertama di Race 1 setelah mengalahkan Garry Salim dari tim AHRT. Tak hanya dua pembalap tersebut saja yang ikut di kejurnas ini namun juga pembalap lain Manual Tech yakni Gupita Kresna juga ikut di kelas 250cc. Mereka ikut di ajang ini sebagai pemanasan sebelum bertolak ke Suzuka Jepang untuk seri ke 3 ARRC awal bulan Juni nanti. (Heru Fajar/CN38/SM Network)

Comments

comments