AKSI: Salah satu peserta Kejurnas Night City Slalom Seri ke-6 beraksi di Sirkuit PPRP (Tawang Mas) Semarang 21-22 Oktober 2016. (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)

Kejurnas Slalom, Ketat di Kelas F Modifikasi

AKSI: Salah satu peserta Kejurnas Night City Slalom Seri ke-6 beraksi di Sirkuit PPRP (Tawang Mas) Semarang 21-22 Oktober 2016. (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)

AKSI: Salah satu peserta Kejurnas Night City Slalom Seri ke-6 beraksi di Sirkuit PPRP (Tawang Mas) Semarang 21-22 Oktober 2016. (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Night City Slalom Seri ke-6 telah rampung digelar di Sirkuit PPRP (Tawang Mas) Semarang 21-22 Oktober 2016. Sebanyak 133 pembalap turun di Seri Semarang kali ini.

Di kelas paling bergengsi yaitu Kelas F Modifikasi, peslalom asal tim Nos Fajar Trans (NFT), James Sanger berhasil menjadi yang terbaik dengan mencatatkan waktu 39.689 detik dalam final yang digelar di Sirkut PRPP Sabtu (22/10) malam.

James harus bersaing ketat lantaran catatan waktu tiga besar terpaut tidak sampai satu detik. Di peringkat dua dihuni Adianza Yunial (Toyota Team Indonesia) dengan catatan waktu 39.779 detik. Disusul Dika CH (Intersport Troupe) di peringkat tiga dengan catatan waktu 39.839 detik.

Kelas lain yaitu Kelas A, peslalom muda Demas Agil (NFT) sukses menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 40.609 detik. Disusul Herdiko Styaputra (HTJRT ACHILLES) dengan catatan waktu 41.036 detik. Toto Michdar (NFT) berada di tempat ketiga dengan catatan waktu 41.075 detik.

Pada Kelas B (penggerak roda belakang), tiga besar berhasil disabet oleh peslalom HTJRT ACHILLES yaitu Adian Septianto di tempat pertama (48.249 detik), Ricky Herdiana di tempat kedua (48.384 detik), dan Reindy Riupassa di tempat ketiga (49.066 detik).

Ketua Penyelenggara Night City Slalom Seri ke-6, Genta Auto & Sport, Tjahjadi Gunawan mengatakan, setelah seri ke-6 di Semarang, Kejurnas akan ditutup pada seri ke-7 yang akan digelar di Purwokerto pada 20 November 2016 mendatang.

“Untuk seri Purwokerto juga bakal tidak kalah sengitnya karena Purwokerto menjadi gudangnya peslalom berbakat Jawa Tengah,” kata Tjahjadi Gunawan.

Secara keseluruhan dari tujuh seri yang ada, Gunawan mengatakan Jateng mendapatkan jatah tiga seri yaitu di Solo, Semarang, dan Purwokerto. “Untuk seri Semarang ini tracknya agak sedikit berbeda, ada beberapa belokan yang sulit ditaklukkan,” sambungnya.

Namun yang jelas Gunawan mengakui, dari enam seri yang telah berlangsung persaingan semakin ketat. Peslalom-peslalom junior mulai bisa unjuk gigi bersaing dengan peslalom senior.

“Dominasi peslalom senior mulai diruntuhkan. Seperti contoh Demas Agil tahun ini menjadi rockstar dengan prestasinya yang mulai menanjak bahkan di level kejuaraan Asia juga,” tandas Tjahjadi Gunawan.

(Lanang Wibisono/CN39/SM Network)

Comments

comments