Foto: suaramerdeka.com/Heru Fajar

Kejurnas IRS 2017, Pembalap Yamaha Borong Podium Juara

Foto: suaramerdeka.com/Heru Fajar

Foto: suaramerdeka.com/Heru Fajar

SENTUL, suaramerdeka.com – Akhir pekan ini berlangsung seri pertama  Indospeed Race Series (IRS) 2017 yang mempertandingkan kelas Kejurnas Sport 250 cc dan Kejurnas Sport 150 cc dan dihelat di Sirkuit Sentul, Bogor (18-19 Maret 2017). Hasilnya, rider-rider Yamaha sukses memborong podium juara dua kategori nasional tersebut, termasuk pula mendominasi podium kemenangan.

Adalah Willy Hammer (Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin DID NGK Bahtera Racing) dan Richard Taroreh (Yamaha Yamalube Jasti Putra NHK FDR 549 Kaboci) yang masih-masing merebut predikat terbaik di Kejurnas Sport 250 cc dan Kejurnas Sport 150 cc dalam menu 12 laps.

“Saya dapat memanfaatkan kesalahan lawan di tikungan terakhir karena di trek lurus motor saya kalah, “ujar Willy Hammer.

Total ada 21 starter yang terlibat di Kejurnas Sport 250 cc. Menariknya lagi, beberapa tim baru Yamaha dapat menunjukkan prestasi spesial di putaran awal IRS 2017 ini.

“Tim Yamaha yang baru dapat menjadi juara. Ini fenomena yang memperkaya tim. Mereka dapat berprestasi, baik dalam kondisi kering dan basah, “ujar Wahyu Rusmayadi, Divisi Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Adapun petarung-petarung dari tim baru Yamaha yang dapat meraih prestasi di Kejurnas Sport 150 cc ialah Richard Taroreh yang merenggut podium juara dan Gupita Kresna (Yamaha Yamalube PT. MJB Swallow Nissin KYT KYB DID) di posisi runner-up. Disamping itu, berlangsung pula di Kejurnas Sport 250 cc. Racer-racer tim baru pabrikan garputala dapat menyodok prestasi. Seperti Rafid Topan yang membela Yamaha IRC KYT Cream-pie Syafina di deretan runner-up.

Sehubungan race 1 Kejurnas Sport 150 cc yang diikuti sekitar 40 starter memang berjalan dalam kondisi wet-race karena hujan mengguyur, sedang race 1 Kejurnas Sport 250 cc sudah mulai kering. Namun memang ada beberapa titik lintasan yang basah. Tentu saja, bicara best-time ada pengurangan waktu. Bukan hanya dikarenakan hujan, juga untuk kelas Kejurnas Sport 250 berlangsung perubahan regulasi mesin yang wajib dengan piston dan magnet standar pabrik, termasuk velg yang wajib original.

“Ada selisih waktu sekitar 2 detik dari tahun lalu di Kejurnas Sport 250 cc. Dengan perubahan aturan, tentunya ada proses riset dan riset itu dapat kita ketahui progressnya dengan mengikuti kejuaraan dan tentu saja dari hasilnya. Terpenting, kita harus konsisten menjaga podium juara,” tambah Wahyu Rusmayadi yang juga manajer tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang konsen di balap Asia Production 250 (AP250).

Adapun best-time Kejurnas Sport 250 cc dengan perubahan peraturan diciptakan Imanuel Putra Pratna di angka 1 menit 44 detik. Tahun lalu sudah 1 menit 42 detik. Tentu saja, para mekanik terpacu untuk meriset ataupun menciptakan mesin-mesin anyar.

“R25 milik Rafid Topan betul-betul baru. Tenaganya sekitar 43 HP (Horse Power). Banyak yang berubah dengan aturan magnet standar pabrik. Misal perbandingan kompresi, durasi noken as dan hitungan AFR dalam mapping ECU,” ucap Gendut GDT Racing selaku mekanik merangkap penasehat teknis.

“Untuk R25, kita baru membangun motor baru untuk Wahyu Aji dan Febrianus Balank. R15 memang kita sudah punya basic data tahun lalu. Yang R25 memang dibuat dari nol, “tukas Hawadis, mekanik merangkap pemilik tim Yamaha Yamalube Aspira Premio FSCM WJ72 HDS Racing Team yang setia dikawal Robert Cong yang berurusan dengan mapping pengapian dari ECU aRacer.

(Heru Fajar/CN39/SM Network)

Comments

comments