Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Karate Perhitungkan Faktor Nonteknis

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

ANGGOTA Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) selalu berpegang pada bushido (tatacara kesatria). Dalam bushido ini terkandung nilai kejujuran, gagah berani, kebajikan, kesopanan, kebenaran, kehormatan, loyalitas, dan kemampuan mengontrol diri.

Sang juara bukan semata-mata ditandai dengan piagam dan medali, tetapi kebanggaan dan harga diri. Pernyataan itu secara tegas dikatakan oleh manajer tim karate Jateng yang dipersiapkan untuk PON XIX, Ery Sadewo.

Mengapa? Dia menyadari, untuk menjadi juara PON bukanlah pekerjaan yang mudah, dibutuhkan semangat ekstra, kemampuan lebih agar atlet Jateng ini menjadi lebih baik dibanding daerah lain.

“Satu hal lagi, kendati kami punya bushido, tetapi karate adalah olahraga tak terukur, sehingga unsur like and dislike, subyektivitas dan hal di luar teknis sangat mungkin terjadi. Karena itu, saya selalu ingatkan kepada anak-anak maupun
pelatih untuk tetap memperhatikan faktor mental dan moral karateka,” katanya.

Ya, kondisi tersebut memang harus dihadapi di atas matras PON XIX, 17 – 29 September 2016 di Jabar. Lalu bagaimana kondisi tim yang berkekuatan 16 karateka yang tiap hari digembleng di Dojo Karate Gelora Jatidiri itu? Hal inilah dibahas SMNetwork dalam program Spirit PON Jateng di TVKU, Kamis, 7 Juli 2016 mulai pukul 15.30 – 16.30 bersama Manajer Tim Ery Sadewo, Sekum Forki Jateng, Adriansyah dan pelatih Yellovin Prasetyo PR.

Ery sangat optimistis 16 karateka itu tidak mengecewakan di pesta olahraga nasional tersebut. Berkaca dari hasil babak kualifikasi PON, cabang ini tentu masih mengandalkan Anggoro Kriswanto di nomor kumite kelas di bawah 67 kg putra yang merebut emas.

Kemudian ada Dessyi Ariasanti di nomor kata perseorangan putri yang menyumbang perak, lalu Garuda Mahameru di kumite kelas di bawah 55 kg putra dan Vina Nurjayanti untuk kumite kelas di bawah 68 kg putri yang merebut perunggu.

Jateng yang kini sudah masuk dalam top five kekuatan perkaratean di Tanah Air tetap merupakan salah satu kekuatan yang menjadi acuan daerah lain. Karena itu di PON nanti persaingan akan menjadi sangat ketat.

Semangat para kateka berlatih di bulan puasa juga tidak mengendor sama sekali. Bahkan mereka baru memasuki masa libur Idul Fitri, tiga hari  menjelang Lebaran. Para karateka Jateng ini akan tampil di 16 dari 17 kelas yang dipertandingkan, baik untuk kumite maupun kata.

Mereka adalah Anggoro Kriswanto, Dessyi Ariasanti, Lupita Farah Tribuana, Herlan Adiyoga, Achten Nungki Alfa, Ngalim Amradi, Garuda Mahameru, Caesar Robin V, Tegar Bagus Saputra, Febryan Gede Saputra, Arizki Dwi Saputra, Ayuk Kurniawati, Winda Nur Ramadhani, Senia Agustina, Desi Susanti dan Vina Nurjayanti.

Sedangkan pelatih yang tiap hari menggodok mereka dalam teknik, fisik, mental dan moral adalah pelatih nasional Baron Bahar, Yellovin Prasetyo PR, Taufan Adestia Putra, Eko Sarjono SP dan asisten pelatih Kusnan.

(I Nengah Segara Seni / CN26)

Comments

comments