Foto: suaramerdeka.com / dok

Justin Barki Menangi Perang Mental

Foto: suaramerdeka.com / dok

Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Petenis Indonesia Justin Barki berhasil memenangi perang mental pada turnamen Indonesia F4 Men’s Future berlabel Combiphar Tennis Open di lapangan tenis Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (28/3).

Petenis 16 tahun ini sukses menyingkirkan wakil Tiongkok, Chengze Lyu, 7-5, 6-2 pada babak pertama dengan durasi satu jam 30 menit. Keduanya sama-sama penerima fasilitas wild card. “Ini sepenuhnya perang mental karena kami berdua sudah saling mengenal permainan masing-masing di tempat latihan,” kata Justin.

Pada set pembuka, petenis kidal yang kini bercokol di peringkat tunggal ke-1.600 dunia itu mempunyai peluang menang lebih cepat. Namun setelah sukses melakukan break dan unggul 5-4, Justin malah kehilangan servis dan terkejar 5-5.

“Harusnya bisa menang 6-4, tapi saya malah gemetaran setelah mampu mematahkan service lawan. Bersyukur, saya bisa kembali fokus dan mengambil set pertama. Saya puas dengan penampilan hari ini dan itu menumbuhkan kepercayaan diri untuk menghadapi babak selanjutnya,” ungkap Justin.

Pada babak kedua, dia akan bertemu wakil Thailand, Kittiphong Wachiramanowong. Kittiphong melaju usai menjungkalkan unggulan keenam asal Cile, Alejandro Tabilo.Langkah gemilang Justin tersebut gagal diikuti rekan senegara, Anthony Susanto.

Bermain di babak utama sebagai lucky loser menggantikan sang kakak David Agung Susanto yang mundur akibat cedera, Anthony ditaklukkan petenis Thailand, Punnakrit Kritakara. Dia hanya menang di set pertama 7-6(6), selanjutnya menyerah di set kedua dan ketiga dengan skor, 3-6 dan 1-6.

Pada Rabu (29/3) besok, turnamen masih menggelar babak pertama, baik tunggal maupun ganda. Andalan Merah Putih lain, Christopher Rungkat yang menempati posisi unggulan ketiga bakal meladeni wakil Inggris, Jonathan Gray. Sementara berpasangan dengan Justin Barki, duet unggulan kedua ini akan menghadapi ganda gado-gado, Aria Harajchi (Swiss) dan Yuanfeng Li (Tiongkok).

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments