ASAH SPIKE: Sejumlah atlet tim putri Vita Solo mengasah pukulan spike dalam latihan di GOR Manahan, Senin (31/10). Mereka bersiap menghadapi Livoli Divisi I di Ungaran, akhir pekan nanti. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Jelang Livoli, Vita Matangkan Tim

ASAH SPIKE: Sejumlah atlet tim putri Vita Solo mengasah pukulan spike dalam latihan di GOR Manahan, Senin (31/10). Mereka bersiap menghadapi Livoli Divisi I di Ungaran, akhir pekan nanti. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

ASAH SPIKE: Sejumlah atlet tim putri Vita Solo mengasah pukulan spike dalam latihan di GOR Manahan, Senin (31/10). Mereka bersiap menghadapi Livoli Divisi I di Ungaran, akhir pekan nanti. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Empat hari lagi, Livoli Divisi I bakal digelar di GOR Wujil Ungaran, tepatnya mulai Minggu (6/11) hingga sepekan berikutnya. Guna menghadapi kejurnas bola voli level dua itu, klub amatir Vita Solo mematangkan tim putrinya. Rika Yuniar Tita Hapsari dkk bertekad dapat menyodok ke posisi dua besar pada ajang tersebut.

‘’Anak-anak bertekad untuk kembali meraih tiket promosi ke Livoli Divisi Utama. Karena itu, seluruh awak tim kami asah agar lebih matang, sehingga benar-benar siap saat bertanding nanti,’’ kata pelatih tim putri Vita Solo, Agus Suyanto di sela-sela memimpin latihan di GOR Manahan, Senin (31/10).

Pematangan tidak hanya dilakukan sesuai jadwal latihan rutin setiap Senin, Kamis dan Sabtu sore. Tapi sejak sepekan lalu, para pebola voli putri yang bakal bertarung juga ditambah porsi latihannya setiap pagi.

‘’Lini pertahanan terutama di bagian belakang, terus kami benahi. Kalau kerja sama dan variasi permainan anak-anak, saya kira cukup baik. Persiapan secara umum mencapai sekitar 70 persen,’’ tutur Agus.

Kehilangan Quicker

Dua belas pemain putri, perpaduan atlet muda dan senior disiapkan Vita guna menghadapi pertarungan di GOR Wujil. Beberapa di antara mereka pernah bertarung di arena Proliga, seperti toser Rika Yuniar, Nur Nisa, Deni Saputri, Dian Septi Fadilah, serta Ersandrina Devega ‘’Chaca’’ Salsabila.

Sebagian lainnya kalangan muda di antaranya Tias Maharani, Winda Ayu Aryadi, Cikal Arum Sekar Sari dan Natalia Putri Krisdianti.

‘’Tapi kami kehilangan seorang quicker, yakni Agfarida Desy. Dia ditarik kesatuannya, Polwan, untuk memperkuat tim Popsivo. Kami prediksi, Popsivo merupakan salah satu rival terkuat dalam persaingan nanti,’’ ungkap Agus.

Tim putri Vita sebenarnya sempat mencicipi pertarungan di level pertama kompetisi atau Livoli Divisi Utama, musim lalu. Skuad yang bermarkas di kawasan Penumping tersebut promosi ke Divisi Utama setelah menjadi <I>runner up<P> pada Livoli Divisi I 2014. Namun kerasnya persaingan di kancah Divisi Utama, membuat Rika Yuniar dkk tak mampu bertahan sehingga akhirnya terdegradasi lagi ke Divisi I.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments