Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung

Jelang Kejurprov 2016, Fisik Belasan Petinju Dipompa

Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung

Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung

UNGARAN, suaramerdeka.com – Lebih dari 15 orang atlit tinju yang tergabung dalam Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Semarang saat ini intensif menggelar latihan fisik dan strategi di Alun-alun Bung Karno, Ungaran. Kesiapan fisik atlit terus dipompa untuk menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Tengah di Banjarnegara pada 10-13 Agustus 2016 mendatang.

“Sampai pekan ini, kami masih melihat perkembangan anak-anak. Target saya paling tidak mengirimkan lima orang atlit,” kata pelatih Pertina Kabupaten Semarang, Suparno, didampingi asisten Agus Handoyo, Senin (1/8) sore.

Lima atlit yang dimaksud, terdiri atas empat pria dan satu perempuan. Seleksi terhadap atlit terus dilakukan untuk membidik peluang meraih emas saat turun di beberapa kelas, meliputi kelas junior, youth, dan kelas elite kategori usia serta berat badan.

“Jangan sampai kita tampil sebatas penggembira, apalagi bisa dikatakan tinju amatir sekarang juga mahal biayanya,” cetusnya.

Ditanya potensi atlit tinju amatir Kabupaten Semarang, menurutnya sudah memenuhi semua apabila hendak diproyeksikan masuk ke kategori junior usia 14-16 tahun, youth 16-18 tahun, maupun 18 tahun keatas kategori elite. Suparno menyebutkan, Bumi Serasi punya atlit perempuan yang mumpuni. Yakni Afif, tahun lalu dia menyabet medali emas pada Kejurprov.

“Dari teknik maupun mental sudah masuk, cuma kemarin turun di kategori youth. Tahun ini akan coba dinaikkan ke elite,” terangnya.

Berbicara potensi lawan tinju amatir, lanjutnya, atlit dari masing-masing kabupaten/kota rata-rata hampir sama kekuatannya. Meski demikian, pihaknya mengakui selain Kabupaten Semarang dan Kota Semarang, ada Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Surakarta, dan Kabupaten Grobogan yang merupakan daerah kantong atlit tinju.

Ketua Pertina Kabupaten Semarang, Bambang Muntaha mengatakan, hasil Kejurprov 2016 secara otomatis bisa dijadikan acuan atlit dan pengurus ketika hendak maju ke Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Yang terpenting bagi kami, menghendaki adanya kejuaraan yang lebih banyak. Artinya, atlit tidak banyak <I>nganggur<P> menunggu bertanding,” katanya.

Minimal menurut Bambang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bisa mengadakan kegiatan kejuaraan setahun empat kali. Dengan memotivasi masing-masing kabupaten/kota yang ada, pihaknya yakin kalender kegiatan kejuaraan tinju bisa disusun rapat.

“Kalau evennya sedikit, atlit akhirnya nyambi ke olahraga bela diri lainnya. Semisal wushu, muangthai, hingga tarung derajat. Imbasnya atlit jadi tidak fokus dalam berlatih,” tukasnya.

(Ranin Agung/CN39/SM Network)

Comments

comments