Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Jelang Kejurnas Motoprix, 4 Ribu Sekam Disiapkan untuk Bangun Sirkuit

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Sebanyak 4 ribu karung sekam didatangkan untuk membangun sirkuit semipermanen kejurnas balap motor FDR NHK Motoprix di lapangan parkir utama Stadion Manahan Solo. Bedor Sport Club juga mengusung 1.000 ban mobil bekas guna membuat lintasan adu kebut sepanjang 1,07 kilometer sekali putar itu.

“Kami mulai nyicil membuat lintasan, karena Jumat (21/10) nanti sudah digunakan untuk latihan bebas para pembalap,’’ kata Suwadi ‘’Bedor’’ Jarot Atmojo, pemilik rancang bangun Bedor Sport Club, Rabu (19/10).

Dia menjelaskan, lintasan selebar delapan hingga 10 meter pada kejurnas yang juga didukung Suara Merdeka tersebut, memiliki 10 tikungan. Dua di antaranya berkarakter hairpin, dua chamber dan dua chicken. Tikungan-tikungan tajam pada lintasan yang berlawanan dengan arah jarum jam itu dipadukan dengan track lurus.

“Ada satu track lurus yang cukup panjang, sekitar 250 meter. Jadi ketangguhan dan setelan mesin motor juga harus diperhitungkan para mekanik dalam Motoprix nanti, selain butuh ketajaman feeling pembalapnya,” ujar Bedor.

Pria yang bermukim di kampung Bayan Krajan RT 11 RW 20 Kadipiro, Banjarsari tersebut menambahkan, kendati lintasan penuh tantangan, namun faktor keselamatan pembalap tetap diutamakan. “Karena itu, kami usung 4 ribu karung sekam dan seribu ban bekas sebagai pengaman lintasan,’’ tuturnya.

Total 13 kelas akan dilombakan dalam ajang Motoprix Putaran 6 Region 2 itu. Kelas-kelas wajib kejurnas, yakni MP1 (150 cc 4T tune up seeded), MP2 (125 cc 4T tune up seeded), MP3 (125 cc 4T tune up pemula) dan MP4 (110 cc 4T tune up pemula). Selain itu MP5 (150 cc 4T standar pemula) dan MP6 (125 cc 4T standar pemula).

“Tujuh kelas lain, bersifat pendukung atau fun race yang terbuka bagi seluruh pembalap, terutama untuk mengakomonasi animo para pembalap regional dan komunitas,” jelas ketua panitia, Lilik Kusnandar.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments