LIGA SISWA: Atlet bridge Jateng saat tampil di Liga Siswa Nasional Jateng, beberapa waktu lalu. Jateng akan menerjunkan delapan tim pada Kejurnas Brideg Yunior di Balai Dikjur Jateng Semarang, 2-7 November mendatang.(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

Jateng Terjunkan Delapan Tim

LIGA SISWA: Atlet bridge Jateng saat tampil di Liga Siswa Nasional Jateng, beberapa waktu lalu. Jateng akan menerjunkan delapan tim pada Kejurnas Brideg Yunior di Balai Dikjur Jateng Semarang, 2-7 November mendatang.(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

LIGA SISWA: Atlet bridge Jateng saat tampil di Liga Siswa Nasional Jateng, beberapa waktu lalu. Jateng akan menerjunkan delapan tim pada Kejurnas Brideg Yunior di Balai Dikjur Jateng Semarang, 2-7 November mendatang.(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Jateng akan menerjunkan delapan tim dalam Kejuaraan Nasional Bridge Yunior yang akan berlangsung di Balai Dikjur Jateng Semarang, 2-7 November mendatang. Provinsi ini akan menerjunkan tim yunior dari Kendal, Klaten, Banyumas, Magelang, Temanggung, Jepara, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

Kejurnas akan mempertandingkan tiga nomor yakni beregu (putra/putri), pasangan (putra/putri), dan pasangan campuran. Masing-masing akan memainkan tujuh sesi pada babak penyisihan. Rencananya, Ketua Umum PB Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Ekawahyu Kasih Hari akan membuka.

Panpel kejuaraan Suwito Eko Purnomo mengatakan, sebanyak 11 daerah telah mengkonfirmasi keikut sertaan. Daerah tersebut yakni Sulut, Jakarta, Sumbar, Jatim, Jabar, Kaltim, Kalbar, Riau, Kepri, Sulsel, dan Lampung.

“Kejurnas ini bagian dari persiapan menuju PON Remaja II 2017 di mana bridge juga dipertandingkan,” tutur Suwito, Selasa (27/10).

Menurutnya, persiapan telah 90 persen. Jateng, kata dia, sangat siap menyelenggarakan event tahunan tersebut. Semua kelengkapan pertandingan seperti kartu tinggal didistribusikan dari PB Gabsi. Suwito optimistis, kejurnas akan berlangsung lancar dan baik.

Sementara itu, Jateng sendiri tampil dengan kekuatan penuh. Sebagai tuan rumah, mendapatkan kuota pasangan tak terbatas. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi daerah ini.

“Atlet telah menjalani latihan di masing-masing daerah. Mereka digembleng di Liga Siswa dan Sirkuit Mingguan Gabsi Semarang,” tutur Humas Gabsi Jateng Kusumo Hararyo.

Pihaknya optimistis bisa merebut juara umum tahun ini. Pada 2014 lalu, Jateng berada di peringkat kedua di bawah tuan rumah Jatim. Kesempatan kali ini harus dimanfaatkan dengan baik.

(Krisnaji Satriawan/CN39/SM Network)

Comments

comments