Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Jateng Targetkan Tiga Besar Popnas 2015

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kontingen atlet pelajar Jateng tidak memasang target muluk-muluk dalam keikutsertaannya di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2015. Dengan persiapan yang ada, Jateng hanya menargetkan masuk tiga besar di ajang dua tahunan tersebut.

Kabid Keolahragaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Jateng, Effendi Hari MC mengatakan, melihat persaingan yang ada, masuk peringkat ketiga merupakan target realistis. Pesaing terberat masih berasal dari provinsi di Jawa, yakni DKI Jakarta, Jatim dan Jabar.

”Persiapan menghadapi Popnas sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Latihan terus dimatangkan mulai awal tahun ini. Para atlet pelajar melakukan pemusatan latihan di komplek Stadion Jatidiri di bawah pelatih-pelatih berkualitas. Kami harap dapat tampil maksimal di Popnas,” sambung Effendi.

Jateng akan mengandalkan beberapa cabang olahraga perorangan dalam Popnas yang berlangsung di Jabar 8-18 September mendatang. Di antaranya, atletik, renang, gulat dan sepak takraw. Di cabor-cabor tersebut banyak nomor yang akan dipertandingkan, sehingga berpeluang mendapatkan banyak medali.

Pada pelaksanaan Popnas di Jakarta 2013 lalu, Jateng hanya bertengger di peringkat keempat dengan 26 emas, 26 perak dan 29 perunggu atau total 81 medali. Berada di bawah Jabar yang berada di posisi ketiga dengan 29 emas, 26 perak dan 53 perunggu atau total 108 medali.

Perolehan medali Jateng, jauh tertinggal dari DKI Jakarta yang menjadi juara umum. DKI Jakarta mengumpulkan total 154 medali, yakni 64 emas, 49 perak dan 41 perunggu. Jatim berada di posisi kedua dengan total 135 medali, yakni 43 emas, 45 perak, dan 47 perunggu.

Untuk bisa masuk tiga besar, minimal Jateng harus dapat melewati perolehan medali dari Jabar. Namun, ini bukan hal mudah. Kali ini, Jabar akan tampil lebih bersemangat karena bertanding di kandang sendiri. Persaingan tiga besar pun bakal lebih ketat.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments