Foto: suaramerdeka.com/Hendra Setiawan

Jateng Rebut Empat Perak Kejurnas Catur 2015

Foto: suaramerdeka.com/Hendra Setiawan

Shanti Nur Abidah (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Tim Jateng hanya puas menempati urutan kedelapan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2015 di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta yang berakhir Rabu (4/11). Jateng menempati posisi itu karena tak berhasil membawa pulang emas.

Tim ini hanya meraih empat medali perak dan satu perunggu. Empat perak dipersembahkan MPW Shanti Nur Abidah di kategori wanita, MN Welly Derek (veteran), Evi Yuliana (yunior putri D) dan Armenia Zendy (yunior putri F). Adapun satu perunggu disabet Chandra Putra di kelompok yunior putra A.

Sementara juara umum diraih DKI Jakarta setelah mengoleksi enam keping emas, dua perak dan empat perunggu, sedangkan runner up dan peringkat ketiga ditempati Jabar (lima emas, lima perak, tiga perunggu) dan Kaltim (tiga emas dan satu perunggu).

Jika saja Shanti Nur Abidah meraih juara, dia otomatis masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) proyeksi Olimpiade Catur 2016 di Azerbaijan. Sebab peraih medali emas di kategori wanita dan terbuka pada kejuaraan kali ini bakal dipanggil PB Percasi mengikuti pelatnas.

“Juara di kelompok wanita dan terbuka memang otomatis masuk pelatnas ke Olimpiade 2016. Jadi sudah dua orang yang masuk pelatnas, yaitu diambilkan dari juara kategori wanita (WIM Chelsie Monica Sihite) dan juara terbuka (IM Sean Winshand Cuhendi),” kata Wakil Ketua Umum PB Percasi Henry Hendratno.

Pada Olimpiade 2016, menurut dia, timnas Indonesia akan menurunkan 10 pecatur yang terdiri atas lima putra dan lima putri. Setelah mendapatkan dua pecatur, kini PB Percasi butuh delapan atlet lagi.

“Untuk mencari delapan pecatur, kami perlu memantau atlet-atlet pada kejuaraan atau turnaamen mulai saat ini hingga tiga bulan sebelum Olimpiade. Nanti bidang pembinaan dan prestasi yang akan melihat dan memantau siapa yang paling menonjol di turnamen,” jelasnya.

Shanti Nur Abidah juga akan dipantau PB Percasi hingga tahun depan. Jika kemampuannya terus menanjak, bisa jadi pecatur asal Semarang tersebut akan dipanggil pelatnas. Hanya saja, PB Percasi perlu koordinasi dengan masing-masing Pengprov yang memiliki atlet. Sebab Olimpiade digelar pada September 2016 bersamaan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments