Foto: suaramerdeka.com/Jati Prihatnomo

Jateng Perlu Langkah Luar Biasa untuk PON

Foto: suaramerdeka.com/Jati Prihatnomo

Foto: suaramerdeka.com/Jati Prihatnomo

KITA sadari bersama, bahwa PON merupakan multievent yang paling bergengsi bagi komunitas olahraga di Tanah Air. Ini benar, karena ajang adu prestasi itu selalu menjadi titik kulminasi bagi atlet-atlet daerah secara khusus dan menjadi adu gengsi bagi pembinaan olahraga antarprovinsi.

Karena itulah berbagai upaya ditempuh, baik pematangan teknis, fisik, mental, spirit, bahkan moral atlet supaya bisa mencapai peakperformance di pesta olahraga nasional itu.

Kita tahu, semua daerah di Indonesia saat ini fokus memantapkan kemampuan atlet melalui program pembinaan khusus di pemusatan latihan daerah (pelatda) desentralisasi maupun sentralisasi, baik di Semarang, daerah, bahkan ada pula yang
di Jakarta dan luar negeri.

Ini artinya apa? Jelas, PON memberi magnet yang begitu kuat terhadap sikap, prilaku dan kebijakan semua pihak yang terlibat dalam proses pembinaan prestasi olahraga di semua lini.

Bagaimana Jawa Tengah mempersiapkan diri? Beberapa waktu lalu sudah banyak narasumber, baik cabang olahraga maupun KONI Jateng untuk membahas hal ini secara live di TVKU melalui rubrik Spirit PON Jateng.

Nah, kali ini TVKU menghadirkan wartawan olahraga dari jaringan SMNetwork, I Nengah Segara dari Suara Merdeka, Wisnu Setiadji dari Koran Wawasan dan Darjo Soyat dari Suara Merdeka yang juga Humas KONI Jateng untuk berbincang-bincang mengenai persiapan kontingen Jateng ini.

“Untuk meraih sukses di PON memang bukan  pekerjaan yang mudah. Diperlukan perjuangan yang ekstrakeras, bahkan atlet Jateng harus melakukan langkah-langkah yang luar biasa jika ingin menjadi pemenang di arena pertandingan,” kata Segara Seni dari Suara Merdeka.

Hal ini perlu ditekankan, karena semua daerah melalukan persiapan menuju PON. Misalnya, calon pesaing juga melaksanakan pelatda, try in dan try out (sampai ke luar negeri), mendatangkan pelatih nasional, bahkan juga konsultan teknis asing. Bukan hanya itu, untuk men-support, menambah dayang juang atlet, sejumlah provinsi sejumlah sudah jojoran mengucurkan bonus bagi atlet yang mampu merebut medali emas, perak maupun perunggu.

Intinya, untuk menghadapi perang perlu ditempuh berbagai cara yang ‘halal’ agar mampu memenangi laga dan menjadi juara yang sangat prestisius di kalangan atlet Indonesia. “Ruang kompetisi cukup banyak, namun merebut mahkota juara di PON adalah sesuatu yang sangat istimewa bagi atlet daerah,” katanya.

Perlu diyakinkan kepada para atlet Jateng, bahwa jika berhasil merebut medali emas PON, itu artinya atlet yang bersangkutan sudah menjadi aset nasional. Dari sini, dunia akan ada di genggaman.

Ya, jika sudah menjaid aset nasional, berarti untuk tampil di jenjang kompetisi lebih tinggi, misalnya Asia Tenggara (SEA Games) di tingkat Asia (Asian Games) bahkan di tingkat dunia (olimpiade) akan terbuka, sepanjang si atlet mampu meningkatkan catatan prestasinya.

Perkiraan Kontingen Jateng:

1.Atlet: 619 orang:
—342 atlet putra
– 277 atlt putr
2. Ofisial: 161 orang:
– manajer
–  pelatih
–  asisten pelatih
–  mekanik atau teknisi
3. Jumlah cabang olahraga: 42 (plus lebih dari 16 subcabang olahraga)
4. Pendamping: 100 orang (tim sekretariat dan ofisial nonkampus)
5. Peninjau: pejabat dari provinsi dan kabupaten/kota)

(I Nengah Segara Seni / CN26 / SM Network)

Comments

comments