UMPAN: Pevoli pelajar Jateng, Dela Novitasari mengirimkan umpan ke rekannya saat melawan tim DIY 4 pada Kejurnas Voli Pantai AntarPPLP/PPLPD di Lapangan Voli Pasir Kompleks Stadion Mandala Krida, Kota Jogja. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

Jateng Nirmedali di Kejurnas Voli Pantai AntarPPLP

UMPAN: Pevoli pelajar Jateng, Dela Novitasari mengirimkan umpan ke rekannya saat melawan tim DIY 4 pada Kejurnas Voli Pantai AntarPPLP/PPLPD di Lapangan Voli Pasir Kompleks Stadion Mandala Krida, Kota Jogja. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

UMPAN: Pevoli pelajar Jateng, Dela Novitasari mengirimkan umpan ke rekannya saat melawan tim DIY 4 pada Kejurnas Voli Pantai AntarPPLP/PPLPD di Lapangan Voli Pasir Kompleks Stadion Mandala Krida, Kota Jogja. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Pevoli pantai Jateng harus menundukkan kepala setelah hasil buruk yang diterima mereka pada Kejurnas Voli Pantai AntarPPLP/PPLPD di Lapangan Voli Pasir Kompleks Stadion Mandala Krida, Kota Jogja, 27-31 Oktober pekan lalu. Wakil-wakil Jateng pun harus merelakan gelar juara pada ajang tersebut menjadi milik DKI Jakarta yang berhasil mengawinkan gelar setelah difinal sama-sama menaklukan atlet tuan rumah, DIY.

“Kami gagal dan memang persiapan untuk ajang ini kurang maksimal,” imbuh pelatih kepala tim voli pantai putri Jateng, Ahmadi Sukandar, Senin (2/11).

Menurut Ahmadi, persiapan minim dilakukan Jateng pada kejurnas tersebut dengan tidak adanya pemusatan latihan terlebih dahulu. Setelah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) medio September di Jabar berakhir, para atlet voli pantai provinsi ini praktis tidak memiliki waktu lebih untuk sekedar beristirahat sebelum akhirnya mereka berlatih kembali sebagai persiapan tampil di Kejurnas antar PPLP/PPLPD ini. Padahal pada ajang Popnas lalu, prestasi tidak mengecewakan ditorehkan atlet pelajar Jateng. Jika tim putranya bisa masuk di babak 8 besar, namun di bagian putri lebih baik lagi karena berhasil tampil sebagai semifinalis.

“Karena persiapan mepet dan tidak ada TC, ya akhirnya persiapan kami menjadi seadanya. Bahkan baik atlet putra dan putri diminta berlatih di klubnya masing-masing,” papar pelatih asal Kudus tersebut.

Pada kejurna tersebut, Jateng mengirimkan tiga tim di bagian putri dan dua tim di sektor putra. Dari kelima tim itu hanya tiga tim yang mampu lolos dari penyisihan pul yakni tim Jateng 1 di bagian putri dan Jateng 1 serta 2 di putra. Hanya Jateng 2 yang langkahnya sampai di 16 besar. Namun untuk Jateng 1 baik putra dan putri berhasil menembus 8 besar.

Sayang di babak itu langkah tim Jateng 1 putri yang bermaterikan Dela Novitasari-Devi Melinda itu terhenti setelah takluk dari pasangan DKI 1, 0-2 (14-21 dan 12 21). Sementara di putranya dengan lawan yang sama-sama dari DKI juga, pasangan Rizky Eka Saputra-Heri Setiawan kalah, 0-2 (11-21 dan 14-21).

“Kegagalan ini juga karena kami bereksperimen dengan membongkar pasangan pemain. Tapi tidak masalah karena kami sudah punya gambaran kekuatan tim ini kedepannya,” tandas Ahmadi.

(Gading Persada/CN39/SM Network)

Comments

comments