Foto: istimewa

Jateng Melempem, Jabar Belum Aman

Foto: istimewa

Foto: istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Sekali pun Jabar masih memimpin perolehan medali emas PON XIX/2016 hingga Minggu (25/9) dengan 166 keping, gelar juara umum masih jauh untuk dipastikan.

Menurut Ketua Bidang Pertandingan PON XIX, Yudha M Saputra, untuk mengunci juara umum, tuan rumah mesti mengumpulkan paling sedikit 189 emas. Dengan pertandingan menyisakan tiga hari, DKI Jakarta yang masih mengumpulkan 94 emas masih berpeluang mengejar.

“Puncak penentuan bakal terjadi pada Selasa (27/9) dengan memperebutkan 93 emas, paling banyak selama pelaksanaan PON XIX,” katanya di media centre utama Bandung, Minggu (25/9).

Total selama tiga hari tersisa pelaksanaan itu medali emas yang disediakan mencapai 220 keping. Selama itu berlangsung, angin cenderung berpihak kepada kontingen ibukota. Pasalnya, nomor-nomor jagoan mereka tengah dipertandingkan. Di antaranya atletik, senam, taekwondo, dan layar. Jabar sendiri bisa tancap gas karena cabor andalan seperti renang, judo, karate, dan dayung sudah dipertandingkan terlebih dahulu.

Ancaman dari Jatim yang untuk sementara berada di peringkat kedua dengan 99 emas diperkirakan tak sehebat DKI terutama di permainan beregu. Mereka mengancam lewat panahan yang masih bertanding.

Dijelaskan Yudha, kondisi tersebut tak terlepas dari melempemnya raihan Jateng dan Sumut yang kerap memberikan tekanan kepada tiga besar kontingen dalam memperebutkan juara umum. “Di PON Riau 2012, Jateng dan Sumut, raihannya cukup signifikan karena mereka kerap merebut medali dari tiga besar kontingen. Sekarang, keduanya drop banget,” katanya.

Karena itulah, kendati Jabar sudah relatif banyak mengumpulkan medali emas, gelar juara umum belum bisa diamankan sejak jauh-jauh hari. “Di Riau memang ada 601 emas, tapi dengan persaingan yang relatif merata, dan tak mudah, DKI bisa juara umum dengan 110 emas. Selisihnya juga tak banyak dengan Jabar di peringkat dua dengan 99 emas,” katanya.

Mengingat tiga hari sebelum penutupan, persaingan bakal seru akan tergantung kepada strategi dalam mengoptimalkan peluang yang ada. Tensi pun semakin panas sehingga diperkirakan kompetisi benar-benar semakin sengit.

(Setiady Dwi / CN26)

Comments

comments