Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Jateng Juara Umum Kejurnas Tenis Meja

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Tuan rumah Jateng tampil sebagai juara umum Kejurnas Tenis Meja di GOR Jatidiri, Minggu (30/11). Dengan tiga emas, lima perak dan dua perunggu, mereka mengungguli Kalsel (dua emas, dua perak, dua perunggu), Jambi (satu emas, satu perak) dan Papua (satu emas, dua perak) di posisi dua, tiga dan empat.

Ceria Nilasari menjadi penyumbang medali emas terakhir bagi Jateng, kemarin. Di final, petenis meja 30 tahun itu memenangkan Jateng final melawan Wahyuningrum 4-1 (13-11, 11-3, 11-5 dan 11-8).

Sebelumnya, wanita yang juga menjadi atlet andalan Semarang di Porprov 2013 lalu, juga menyumbangkan emas dari nomor ganda putri, bersama Lilis Indriyani. Di final, mereka mengalahkan sesama pasangan Jateng Ayuka/Wahyuningrum dengan skor ketat 3-2 (11-9, 11-13, 8-11, 11-9, dan 11-8).

Satu lagi emas, dari nomor gelandang campuran atas nama Doni Prasetyo/Lilis Indriyani. Ketua Umum Pengprov PTMSI Jateng Widya Kandi Susanti bangga atas prestasi yang diukir para pemainnya.

Target juara umum yang dicanangkan diawal mampu diraih. Prestasi ini melengkapi gelar juara umum pada Kejurnas Kelompok Umur di Bali, April silam.

”Dengan hasil ini, menunjunjukkan pembinaan Jateng mulai yunior hingga senior masih ada. Gelar juara umum menjadi suntikan motivasi agar Jateng dapat berbicara banyak di Pra-PON 2015,” kata Bupati Kendal itu.

Ketua Harian Pengprov PTMSI M Farchan menambahkan, persaingan di kejurnas yang dibuka Ketua Umum PP PTMSI Oegroseno, kompetitif. Pembinaan tenis meja sudah merata di berbagai provinsi. Hal ini menjadi sinyal agar Jateng terus waspada.

Sementara itu, dari arena Kejurprov Tenis Meja, Kabupaten Kudus masih superior. Tim yang mayoritas diperkuat pemain dari klub Sukun, memborong tujuh emas, tujuh perak dan delapan perunggu. Urutan kedua dan ketiga masing-masing Demak (empat emas, tiga perunggu) dan Pati (dua emas, satu perak, empat perunggu).

(Hendra Setiawan /CN26)

Comments

comments