SMASH: Paralimpian Sella Dwi Radayana melepas smash dalam pelatnas NPC di kompleks Manahan, Solo. Dia menjadi salah satu tumpuan Indonesia dalam ASEAN Para Games Singapura 2015. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Jateng Gagal Ulang Sukses Kejurnas Tenis Meja 2015

SMASH: Paralimpian Sella Dwi Radayana melepas smash dalam pelatnas NPC di kompleks Manahan, Solo. Dia menjadi salah satu tumpuan Indonesia dalam ASEAN Para Games Singapura 2015. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

SEMARANG, suaramerdeka.com – Tim tenis meja Jateng gagal mengulang sukses menjadi juara umum pada Kejurnas Tenis Meja Kelompok Umur di GOR Gelarsena, Klaten, belum lama ini. Jateng hanya bisa membawa pulang satu emas, satu perak dan empat perunggu.

Padahal pada Kejurnas Kelompok Umur di Bali tahun lalu, Jateng menyabet gelar juara umum dengan tiga emas. Yakni dari beregu Putra, tunggal putra Tri Pamungkas, dan tunggal putri, Lilis Indriyani. Para peraih emas pada kejurnas 2014 lalu tak tampil pada tahun ini.

Satu-satunya emas Jateng tahun ini datang dari nomor ganda putri yunior atas nama Yovia Leonita dan Anisia. Sedangkan satu perunggu oleh Anggawani di nomor tunggal putri yunior. Sedangkan juara umum disabet oleh tim dari Jatim dengan tiga emas.

“Kami tak bisa mengulang sukses di Kejurnas Bali tahun lalu di mana Jateng menjadi juara umum. Waktu itu kami bisa berjaya karena nomornya banyak, ada beregu dan ganda campuran. Tapi di kejurnas kali ini hanya tunggal dan ganda perseorangan putra-putri,” kata Kabid Binpres Pengprov PTMSI Jateng Dustamat Jayawiguna.

24 Petenis Meja

Di ajang tersebut, Jateng mengirimkan 24 petenis meja terbaiknya. Delapan pemain di antaranya diproyeksikan tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Bandung, September mendatang. Yakni, Muhammad Ridho, Hendrik Saputro, Wibowo, Widodo (putra), Anggawani, Rahma, Yovia Leonita dan Anisia (putri).

“Tujuan kami mengirimkan pemain sebagai ajang kaderisasi atlet. Ada delapan pemain tim Popnas yang kami sertakan di kontingen Jateng,” ujarnya.

Dia menambahkan, ajang di Klaten sebagai uji coba atau pemanasan sebelum tampil di Popnas nanti. Dustamat juga menyebut, bahwa banyak pemain Popnas asal provinsi lain memanfaatkan even tersebut sebagai uji tanding.

“Kami terus mengasah anak-anak yang akan tampil di Popnas. Selain digembleng melalui latihan, juga dimatangkan kualitas tekniknya di ajang ini. Apalagi, banyak calon lawan yang tampil di kejurnas, sehingga paling tidak bisa membaca kekuatan lawan,” imbuh karyawan PDAM Semarang itu.

(Hendra Setiawan/CN39/SM Network)

Comments

comments