Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Jateng Diperhitungkan di Lapangan Tembak

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

KENDATI hanya memberi target dua keping emas di PON XIX yang berlangsung 17 – 29 September di Jawa Barat, Pengurus Provinsi Persatuan Menembak Indonesia (Pengprov Perbakin) Jateng ternyata masuk dalam daftar daerah unggulan di cabang ini. Dari sisi kelolosan atlet ke PON, Jateng bersaing dengan Jatim, Kalsel, DKI, Sumsel dan Bali serta Jabar.

Data yang dihimpun dari PB Perbakin menyebutkan, Jatim dan Kalsel meloloskan 22 petembak, diikuti Jateng (18), Bali (17), DKI (15), Sumsel (16). Laju prestasi para petembak nasional memang pesat sekali, sehingga melahirkan pergeseran kekuatan daerah di PON XIX nanti.

Jatim misalnya yang di PON lalu merebut 10 emas, kali ini hanya berani menargetkan tujuh emas, walau mereka telah melakukan persiapan yang sangat apik dan akan tampil dengan kekuatan penuh.

Kemudian Jabar selaku tuan rumah juga diyakini bakal memberi perlawanan keras. Ini bisa dimaklumi kalau jika melihat data petembak mereka yang mampu memecahkan rekor nasional dalam kejuaraan di Cimahi awal Juni lalu.

Anang Yulianto meraih nilai 576 (rekor lama 574) di nomor 25 meter standar pistol.  Tim Jabar di nomor ini juga memecahkan rekor dengan 1.697 (rekor lama 1.674) dalam kejuaraan antarpengprov belum lama ini.

Lalu bagaimana dengan perjuangan para petembak Jateng selama persiapan di Pelatda PON? Inilah yang akan dibahas SMNetwork melalui live di  TVKU, Kamis (4/8) pukul 16.30 – 17.30. Narasumber yang hadir dalam program Spirit PON Jateng ini adalah Sekum Perbakin Mugi Hartono, Manajer Tim Rudy Dwi Tjahyanto dan pelatih Andy Hendrata.

Jateng, yang meloloskan 18 petembak mempersiapkan tim PON dengan sangat serius di Pelatda Lapangan Tembak Gelora Jatidiri, sejak Januari lalu. Mereka yang masuk tim Jateng adalah Gatot Widiarso Puspojudo, Ricky Gondo Atmojo, Sarifudin, Ryan Jalu Andana, Agus Domosarjito, Dalimin, Ahmad Hadi Pranowo, Evan Machruz K, Prasetyo Ary Wiharsanti, Norma Gupita, Yosheefin Shilla Prasasti, Kansha Levia D, Rahma Dila M, Sunarsih, Saridi, Andy Hendrata dan Andi Arthur.

Grafik Naik

Dalam proses upaya meningkatkan dan pematangan prestasi ini, para petembak Jateng ditangani sejumlah pelatih, termasuk di antaranya pelatih asing yang telah didatangkan sejak Januari lalu, Anatoliy Fedorov dari Ukraina.

Di bawah asuhan para pelatih ini dan juga dari hasil try out ke Cimahi dan Jakarta serta beberapa event lain, kemampuan para petembak memperlihatkan grafik naik.

Rudy Dwi Tjahyanto menyebutkan, peluang untuk meraih emas memang tetap terbuka. Diakui dibanding PON XVIII di Riau, tim Perbakin Jateng kali ini bukan yang terkuat. Pasalnya tiga atlet yakni Maxina Risado dan Erick Angga serta Nico Alvian terpaksa tak bisa memperkuat Jateng.

Maxina dan Angga kini posisinya menggantung lantaran peraih emas PON XVIII ini secara administrasi tidak memenuhi syarat pindah ke Jawa Barat. Sementara Nico, Maret lalu mengundurkan diri karena masuk polisi.

Perbakin Jateng menyadari hal ini, sehingga fokus pembinaan petembak dalam Pelatda dilakukan dengan program yang sangat rinci, baik teknis, nonteknis, taktik maupun strategi.

“Kami tahu perkembangan para petembak daerah lain. Saya kira memang semua daerah saling intip, dan itu wajar-wajar saja. Yang penting kami mempersiapkan anak-anak secara maksimal dan diharapkan Agustus ini mereka sudah mampu mendekati target,” kata Rudy.

(I Nengah Segara Seni / CN26)

Comments

comments