Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Jateng Andalkan Pesilat Solo Raya di PON Remaja 2014

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SOLO, suaramerdeka.com – Lima pesilat dari Solo Raya menjadi andalan tim Jateng pada PON Remaja I/2014 yang akan digelar di Surabaya, 9-15 Desember mendatang.

Mereka adalah M Fariz Alfarizi yang disiapkan bertarung di kelas B putra, Nadya Umami Haq (kelas D) dan Zidni Rahma amali (F putri), ketiganya asal Solo. Lalu, Odik Oki Saputra (tunggal putra/Wonogiri) dan Aditya Binsar Bahari (F putra/Sukoharjo).

”Pesilat-pesilat itu merupakan para juara pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah III (Popwil III) yang telah dilaksanakan di Bali, Agustus lalu,” kata pelatih tim silat Jateng, Sigit Infantoro, Kamis (4/12).

Para pesilat tersebut kini digembleng dalam latihan terpusat di kompleks Stadion Jatidiri Semarang. Mereka bertekad membawa pulang minimal dua medali emas dari arena Kota Pahlawan. Namun saat disinggung siapa saja yang menjadi andalan perburuan gelar juara, Sigit menyatakan, semuanya berpeluang.

”Mereka dapat diandalkan. Tapi kami tidak berani memasang target tinggi, karena kami buta kekuatan tim-tim rival dan <I>multievent<P> nasional itu baru kali pertama digelar,” ujar Sigit.

Menurutnya, performa para pesilat yang masih menempuh studi di bangku SMA tersebut kini telah mencapai lebih dari 90 persen. Mereka digembleng dalam latihan terpusat di kompleks Stadion Jatidiri Semarang, sejak lebih dari sebulan lalu, kendati KONI dan Pemprov Jateng hanya memberikan waktu training camp (TC) resmi hanya 20 hari. ”Kondisi fisik, mental dan teknik anak-anak sudah mendekati performa puncak. Mereka telah siap tempur,” tambah Sigit.

Mengenai jumlah pesilat yang diturunkan hanya lima orang, dia menyebut, hal itu karena ada pembatasan. PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) memberikan kuota maksimal lima pesilat yang dapat dikirimkan masing-masing provinsi pada pesta olaharaga atlet berusia maksimal 17 tahun tersebut.

”Jumlah kelas yang dipertandingan juga cuma delapan kelas, yakni B, D dan F putra-putri, serta tunggal putra dan tunggal putri. Mungkin karena ajang ini baru pertama digelar, sehingga belum temata,” tutur Sigit.

(Setyo Wiyono /CN26)

Comments

comments