TIGA EMAS: Petenis meja NPC Indonesia Shella Dwi Radayana bertanding dalam ITTF Paratable Tennis 2016 di GOR RM Said Karanganyar. Dia merebut tiga medali emas di ajang internasional itu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

ITTF Indonesia Open 2016, Shella Kampiun di Tiga Kelompok

TIGA EMAS: Petenis meja NPC Indonesia Shella Dwi Radayana bertanding dalam ITTF Paratable Tennis 2016 di GOR RM Said Karanganyar. Dia merebut tiga medali emas di ajang internasional itu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

TIGA EMAS: Petenis meja NPC Indonesia Shella Dwi Radayana bertanding dalam ITTF Paratable Tennis 2016 di GOR RM Said Karanganyar. Dia merebut tiga medali emas di ajang internasional itu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Dominasi tim tuan rumah National Paralympic Committee (NPC) Indonesia tak terbendung dalam ITTF Paratable Tennis 2016 di GOR RM Said Karanganyar, sejak Selasa (19/7). Setelah meraih dua medali emas di kelompok yunior dan empat emas di arena master (senior), tim beregu Merah Putih menjadi juara tiga kelas pada hari terakhir (Sabtu, 23/7).

Trio Shella Dwi Radayana, Hana Resty dan Aminah menjadi yang tertangguh di kelas beregu TT7-10 putri. Medali emas juga diraih dari kelas TT10 putra yang menurunkan David Jacobs dan Komet Akbar, serta kelas TT8 putra yang diawaki Leonardo Aritonang, Abdullah Abdul Malik dan Banyu Tri Mulyo.

“Kalau ditotal, sembilan medali emas diraih para atlet Tanah Air pada kejuaraan tenis meja internasional pertama yang diakui ITTF di negara ini,” kata salah seorang pelatih tenis meja NPC Indonesia, Franky Setyo Prabowo.

Peraih medali emas terbanyak di ajang tersebut, Shella menyatakan gembira. Penyandang gelar juara kelompok tunggal yunior, master dan beregu itu mengaku raihan tersebut sesuai target pribadinya. ”Motivasi saya semakin tinggi pada kejuaraan yang sekaligus menjadi pemanasan menghadapi ASEAN Para Games (APG) Malaysia 2017 mendatang,” ujar pemegang peringkat 15 dunia TT10 putri itu.

<B>Round Robin<P>

Pada pertandingan beregu putri kelas TT7-10 yang menggunakan sistem <I>round robin<P>, Shella bersama Resty Hana dan Aminah menaklukkan trio Faiza Abdelhafez Mahmoud, Nurul Nasuha Anuar Mohd (Mesir) dan Siti Nor Athirah dengan skor 2-0. Di partai pertama, duet Shella/Resty mengalahkan Faiza/Siti Nor 3-0 (11-6, 11-7, 11-6). Selanjutnya di partai kedua, Shella menundukkan Siti, 3-0 (11-4, 11-3, 11-5).

”Meski meraih emas terbanyak, tetapi para atlet harus terus berlatih guna menghadapi even berikutnya,” tandas pelatih beregu putri Indonesia, Bayu Widi Hapsarapurba.

Presiden NPC Indonesia Senny Marbun dan Sekjen Pribadi menyatakan penyelenggaraan kejuaraan pertama ITTF di Tanah Air cukup sukses. Pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan ajang tersebut pada masa-masa mendatang.

”Kami tentu berharap, pada tahun-tahun mendatang akan lebih banyak lagi atlet dari negara-negara peserta. Maka kualitas penyelenggaraan akan terus kami tingkatkan,” ujar Pribadi.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments