Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

ISSI Jateng Siapkan 16 Pembalap ke Kualifikasi PON XIX

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jateng untuk babak kualifikasi PON XIX Jabar. Rencananya, pra-PON akan digelar pada September mendatang. Ada dua daerah yang menjadi kandidat tuan rumah babak kualifikasi itu yakni Jateng dan Jabar. Para pebalap, setidaknya tiga bulan menjelang pra PON akan menjalani pemusatan latihan.

”Saat ini mereka masih menjalani latihan secara mandiri di klub masing-masing. Sekitar Juni setelah SEA Games mereka kami panggil guna pemusatan latihan,” ujar Plt Ketua Umum ISSI Jateng Seno Sudono, Senin (12/1).

Babak tersebut, kemungkinan akan dijadikan satu dengan kejuaraan nasional.  Seno mengaku hingga kini belum mengetahui nomor-nomor yang akanb diperlombakan di PON nanti. Yang pasti, akan lebih banyak dibanding PON 2012 Riau dan 2008 Kaltim.

Setidaknya ada 22 emas yang akan diperebutkan di ajang multicabang empat tahunan tersebut. Hal menjadikan peluang provinsi ini menambah emas makin terbuka. Dari 16 atlet yang dipersiapkan, dua diantaranya menjalani pelatnas yakni Khalista Heffiana dan Indra Wijaya. Keduanya diharapkan mampu meraih hasil maksimal di kualifikasi dan PON itu sendiri.

Sejatinya, lanjut Seno, ada satu nama yang menjadi harapan Jateng yakni Eka Nuryani. Sayang, pembalap asal Kota Semarang itu terancam tak bisa memperkuat daerah ini karena mengajukan pindak ke Bali. ”Kami menyayangkan ISSI Kota Semarang yang memberikan rekomendasi kepada Eko. Akibatnya yang ini dia tak bisa bermain di PON padahal potensi emas sangat besar,” tutur dia.

Pihaknya terus berupaya agar Eka Nuryani mau kembali ke Jateng. Seno optimis pembalap Jateng bisa berbicara banyak di kualifikasi nanti. Pelatda pra-PON kemungkinan akan dilaksanakan di Solo atau Yogyakarta. Dia menyebut pebalap Jabar, Jatim, Jakarta dan DKI menjadi pesaing terberat.

(Krisnaji Satriawan / CN26)

Comments

comments