Foto: AFP Photo

Insiden di Catalunya Imbas dari Gaya Membalap Marquez

Foto: AFP Photo

Foto: AFP Photo

CATALUNYA, suaramerdeka.com – Marc Marquez mengaku, insiden terjatuhnya dia pada MotoGP Catalunya merupakan risiko dari gaya membalapnya yang tidak pernah mau puas dengan posisi dua. Kegagalan di Catalunya itu membuat Marquez untuk ketiga kalinya menuntaskan balapan dengan status DNF pada musim ini.

“Hari ini saya mengambil risiko dan orang akan berkata ‘kenapa Kamu tidak menyelesaikan balapan saja’. Tentu saja saya bisa menuntaskan balapan dengan tertinggal 20 detik, tapi Anda tahu itu bukan gaya saya. Kemarin saya merasa kalau sekaranglah saatnya saya mengambil risiko jika saya ingin memenangi kejuaraan ini, tapi saya tidak boleh kalah dalam balapan. Saya sudah mencobanya,” sahut Marquez usai balapan.

Sejatinya, Marquez yang start dari posisi empat, memulai balapan MotoGP Catalunya dengan oke karena langsung naik ke posisi dua di akhir putaran pertama.

Berada di belakang Jorge Lorenzo, Marquez terlihat sangat ngotot untuk menjaga jarak dengan seterunya itu. Namun ketika berupaya menyalip Lorenzo dia malah melebar dan akhirnya terjatuh di gravel. Alhasil, juara dunia musim lalu itu mengakhiri balapan di lap ketiga.

“Hari ini adalah hari di mana saya merasa dekat dengan (kecepatan) Valentino dan Lorenzo. Saya memulai balapan saya merasa kuat di belakang Jorge, tapi masih mengalami bermasalah saat masuk ke tikungan. Saya gembira karena kami membuat kemajuan – tapi masalahnya belum teratasi,” kata pebalap asal Spanyol itu.

Ini adalah kali ketiga Marquez jatuh dan gagal menuntaskan balapan setelah sebelumnya dia juga crash di Argentina dan Italia. Rangkaian hasil buruk ini membuat dia tertinggal makin jauh dari puncak klasemen, yang masih dipunya Valentino Rossi. Kedua pebalap kini terpaut 69 poin, dengan musim sudah menuntaskan tujuh dari total 18 balapan.

“Hari ini saya berada di belakang Lorenzo dan mengerem di titik yang sama, tapi saya mengalami slide dan itu membuat motor sulit dihentikan. Saya melihat Lorenzo ada di depan saya dan saya harus memutuskan apakah akan masuk tikungan atau melebar ke sisi luar. Saya lihat masuk melalui sisi dalam terlalu berbahaya untuk kami berdua, jadi saya memutuskan untuk megambil melebar. Lalu saya melihat itu datang terlalu cepat dan ketika saya masuk ke gravel saya sudah terlalu cepat,” terang Marquez terkait kecelakaan yang dia alami.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments