Foto: Istimewa

Indonesia Tuan Rumah Olahraga Rekreasi Dunia

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Indonesia bakal menjadi tuan rumah ajang olahraga rekreasi masyarakat tingkat dunia pada 2016. Cabang-cabang yang diperlombakan merupakan olahraga tradisional seperti enggrang, gobak sodor, lompat batu dan liong barongsai.

Namun, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) belum bisa mengumumkan secara pasti jumlah cabang yang akan dipertandingkan. Sebab, FORMI masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) yang sampai saat ini belum diteken.

Sekjen FORMI Sudarminto mengatakan, pihaknya berharap Keppres segera diterbitkan karena akan menjadi acuan untuk bekerja. Menurut dia, FORMI sudah membicarakan persoalan Keppres dengan Kemenpora dan Kemenkokesra era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Menpora dan Menkokesra saat itu (Agung Laksono-red) sudah setuju terkait usulan-usulan yang akan dijadikan Keppres. Jadi kami masih menunggunya,” ujar dia.

FORMI menarget 110 negara bisa ambil bagian pada kejuaraan dunia tersebut. Menurut Sudarminto, diprediksi atlet yang akan berlomba sebanyak 15 ribu orang.

“Saat ini yang sudah berniat dan konfirmasi untuk ikut ada 90 negara. Kami harapkan 110 negara bisa ikut karena Bapak Presiden minta pesertanya kalau bisa lebih banyak dari kejuaraan sebelumnya di Busan, Korea Selatan. Saat itu, ada 104 negara,” jelasnya.

Ketua Bidang Pemberdayaan dan Program FORMI Lily Greta Karmel menambahkan, arena pertandingan bakal disebar di sejumlah titik di Ibu Kota, antara lain Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kawasan Ancol, Monas, Thamrin Boulevard, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Kawasan Senayan. Untuk olahraga yang bersifat budaya akan dipusatkan di TMII, sedangkan yang ekstrem di Kawasan Ancol.

Menurut dia, setiap anjungan di TMII akan diminta menampilkan budaya sesuai ciri khas daerah masing-masing. Peserta dari negara lain akan diberi paspor untuk masuk setiap anjungan agar bisa melihat budaya yang ditampilkan.

“Setelah masuk, paspor akan diberi stempel. Kalau bisa mendapat stempel di semua anjungan yang ada di TMII, mereka akan kami beri medali. Tujuan kami, saat mereka sudah pulang dari Indonesia bisa menceritakan seluruh budaya di Indonesia dari anjungan-anjungan di TMII itu,” terangnya.

(Arif M Iqbal/CN39/SM Network)

Comments

comments