Foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal

Indonesia Torehkan Tiga Emas di Kejuaraan Dunia Wushu

Foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal

Foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal

JAKARTA, suaramerdeka.com – Tim wushu Indonesia mencatatkan hasil gemilang pada Kejuaraan Dunia Wushu Taolu 2016 di Tiongkok. Baru hari pertama digelar, Indonesia sudah memborong tiga medali emas melalui Juwita Niza Wasni (2 emas) dan Achmad Hulaefi (1 emas).

Hulaefi juga menorehkan satu perak, sedangkan Charles Sutanto mendapatkan satu perunggu Emas pertama Juwita Niza Wasni diraih dari nomor nangun putri setelah berhasil membukukan poin tertinggi, mengungguli pewushu putri Malaysia, Diana Bong dan Jepang, Erika Sato. Juwita kembali mengukuhkan dominasinya kala berlaga di nomor nandao putri.

Lagi-lagi atlet asal Sumut terebut sukses mempecundangi dua rival terkuatnya Diana dan Erika.Sukses Juwita berhasil diikuti rekannya Achmad Hulaefi yang mampu merebut emas di nomor gunshu putra dengan mengalahkan pewushu Taiwan, Sun Peiyuan. Namun sayang, di nomor changquan putra, Hulaefi dan rekannya Charles Sutanto gagal menghadang pewushu tuan rumah, Sun Peiyuan. Alhasil Hulaefi harus puas dengan medali perak, sementara Charles kebagian perunggu.

Kejuaraan Dunia Wushu Taolu adalah kejuaraan paling bergengsi karena pesertanya merupakan atlet elite dunia yang menempati 8 besar pada kejuaraan dunia tahun sebelumnya. Pada event kali ini, Indonesia meloloskan lima atlet yakni Juwita Niza Wasni, Achmad Hulaefi, Charles Sutanto, Fredy dan Harris Horatius.

Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Master Supandi Kusuma bersyukur atas hasil yang diraih para atlet binaannya pada kejuaraan dunia wushu taolu perdana ini.

“Saya sangat bersyukur atas prestasi yang diukir para atlet dalam kejuaraan dunia kali ini. Berkat kerja keras PB dalam membina atlet secara berkesinambungan, sehingga tim Indonesia dapat menempati peringkat yang baik dalam perolehan medali keseluruhan. Pada kejuaraan dunia tahun lalu, di mana kita berada di peringkat kedua di bawah Tiongkok,” kata Master Supandi Kusuma melalui rilis, Minggu (20/11).

Namun demikian, Supandi mengingatkan agar atlet, pelatih, ofisial, jajaran pengurus dan seluruh pemangku kepentingan di cabang olahraga wushu tidak lantas berpuas diri dengan hasil yang diraih di kejuaraan dunia kali ini karena masih banyak tugas berat yang harus diemban untuk meningkatkan dan memajukan prestasi wushu Indonesia.

“PB Wushu Indonesia juga menyadari bahwa untuk mengoptimalkan pembinaan atlet dibutuhkan perhitungan dan pertimbangan yang sangat matang oleh orang-orang yang bemar-benar mengerti dan berpengalaman. Sehingga kita dapat meraih apa yang kita cita-citakan,” ungkapnya.

(Arif M Iqbal/CN39/SM Network)

Comments

comments