Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Indonesia Merangsek ke Peringkat Sembilan Asian Para Games

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

 INCHEON, suaramerdeka.com – Indonesia merangsek ke peringkat sembilan klasemen sementara dalam Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea. Tim Merah Putih mengoleksi sembilan medali emas, sembilan perak dan 17 perunggu pada hari kelima, Kamis (23/10).

Sehari sebelumnya, kontingen berkekuatan 70 paralimpian itu menempati urutan 12 dengan empat emas, lima perak dan 12 perunggu. Ada tambahan lima emas dalam sehari. Empat emas disabet dari bulu tangkis, sedangkan satu gelar juara lainnya diraih perenang Mulyana di nomor 50 meter gaya kupu-kupu kelas S4.

“Raihan itu telah melampaui target awal, yakni tujuh medali emas. Masih ada peluang untuk menambah medali dari arena tenis meja dan atletik, besok (24/10). Kami bangga atas perjuangan para atlet dan ofisial,” kata Sekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Pribadi.

Paralimpian Fredy Setiawan mengawali raihan emas dalam pertarungan final bulu tangkis di Gyeyang Gymnasium Incheon. Dia berhasil menaklukkan Tarun (India) dua set langsung, 22-20 dan 21-16 pada tunggal putra kelas SL4. Kesuksesan Fredy disusul Ukun Rukaendi yang menyudahi perlawanan Manoj Sarkar di kelas SL3, 2-0 (21-14, 21-15).

Gelar juara bagi tim Merah Putih terus berlanjut. Di nomor ganda campuran SL3-4/SU5, duet Fredy Setiawan/Leani Ratri menghentikan permainan pasangan India Rai Kumar/Parol Datsukhabhai Parmar, 2-0 (21-14, 21-15). Puncaknya adalah all Indonesia final di nomor ganda putra SL3-4. Partai itu dimenangi duet Heri Susanto/Ukun Rukaendi, 2-0 (21-15, 21-13) atas rekan setimnya, Dwiyoko/Fredy Setiawan.

“Saya bangga karena target dua emas yang dibebankan kepada saya dan teman-teman, justru terlampaui. Medali emas ini saya persembahkan kepada bangsa Indonesia,” kata Ukun.

Pelatih bulu tangkis NPC Indonesia, M Nurachman tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. ‘’Prestasi ini adalah buah kerja keras tim, serta menunjukkan pelatnas selama tiga bulan di Solo membawa progres positif,” ujarnya.

Dia menuturkan, target awal bulu tangkis yakni memburu dua emas. Sejumlah pemain unggulan ditempa dengan latihan intensif guna mewujudkan bidikan tersebut. Sepanjang persiapan, beberapa paralimpian lain yang diperhitungkan masuk lapis dua juga disiapkan sebaik mungkin. “Maka kemudian terjadi kejutan dengan raihan empat emas dari cabang ini,” tambah dia.

Hingga sehari menjelang penutupan, kontingen Tiongkok masih berada di puncak klasemen dengan koleksi 159 emas, 93 perak dan 44 perunggu. Posisinya dibuntuti tuan rumah Korea 67 emas, 56 perak, 74 perunggu dan Jepang 37 emas, 44 perak, 56 perunggu.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments