Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Indonesia Menang, Kuwait Terdegradasi

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Indonesia tetap bertahan di Grup II Asia-Oceania pada ajang Piala Davis 2018. Kepastian itu diperoleh setelah tim tuan rumah menang 4-1 atas tamunya, Kuwait pada babak play off Grup II di lapangan tenis Manahan Solo, Minggu (9/4). Hasil itu sekaligus mengirim Kuwait untuk degradasi ke Grup III dalam gelaran Piala Davis tahun depan.

Christopher Rungkat mengunci kemenangan bagi tim Merah-Putih usai secara meyakinkan menundukkan Abdullah Maqdes, 6-1, 6-3 dan 6-2 di partai keempat. Petenis yang sebelumnya berniat hanya bermain dalam dua partai itu, akhirnya memutuskan untuk kembali turun di arena tunggal. “Saya gembira karena seluruh awak tim main bagus, terutama dedikasi tinggi Christo bagi Indonesia,” kata nonplaying captain tim Andrean Raturandang.

Christo memang menjadi hero. Sempat tertinggal dari Kuwait, karena Anthony Susanto kalah 2-3 dari Maqdes di partai pertama, Jumat (7/4), tuan rumah bangkit setelah Christo mengalahkan Mohammad Ghareeb, 3-0 di partai kedua. Petenis kelahiran Jakarta 14 Januari 1990 itu bersama Sunu Wahyu Trijati kemudian membawa Indonesia unggul dengan menundukkan duet Maqdes/Ghareeb, 3-0 pada partai ketiga (ganda), Sabtu (8/4).

Dia pula yang akhirnya memastikan keunggulan Merah-Putih, 3-1 di partai keempat. “Saya main rileks dan taktis untuk mengalahkan Maqdes. Tapi sejak awal memang saya yakin bisa menang dalam tiga set,” tutur Christo.

Keunggulan Indonesia dilengkapi kemenangan Anthony yang turun di partai kelima. Petenis asal Semarang itu bermain bagus sehingga mematahkan perlawanan Abdulrahman Alawadhi, 6-4 dan 6-4 dalamn format pertandingan the best of three. Pada partai yang tidak menentukan tersebut, Anthony bermain lebih tenang dibandingkan saat dia bertemu Maqdes pada partai pertama (Jumat, 7/4).

“Saya senang atas kemenangan perdana di Piala Davis. Saya menjadi lebih bersemangat untuk terus meningkatkan performa, apalagi sebagai antisipasi jika ke depan Christo tidak bisa bermain di ajang ini,” ujar petenis kelahiran 23 Mei 1997 tersebut.

(Setyo Wiyono, Zulkifli Z Fahmi / CN26)

Comments

comments