Foto: suaramerdeka.com / dok

Indonesia Gagal Tambah Atlet Rowing ke Olimpiade

Foto: suaramerdeka.com / dok

Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Keinginan PB Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) menambah kuota atlet di nomor rowing ke Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, Agustus 2016, gagal terwujud.

Pasalnya pada Pra-Kualifikasi Olimpiade di Luzern, Swiss 22-23 Mei 2016, tim rowing Indonesia yang beranggotakan Ferdansyah, Hadid Tanzil, Ihram dan Isadi hanya mampu menempati peringkat ketiga pada babak repechage di nomor LM 4 (empat pedayung putra).

Ferdansyah dan kawan kawan mencatat waktu enam menit 15 ,86 detik. Dari babak repchage ini dua tim teratas berhak lolos ke final. Di babak Repechage ini, Spanyol berada di urutan pertama dan Jepang sebagai runner up, ketiga Indonesia dan keempat Austria.

Sebelumnya rim rowing  Indonesia mampu melaju ke semifinal. Pada babak semifinal ini, Ferdansyah dan kawan kawan berada di peringkat keempat di bawah Yunani ,Rusia dan Spanyol dengan catatan waktu enam menit 14,18 detik. Sayangnya pada babak repchage hanya mampu bertengger di peringkat ketiga.

Wakil Ketua Umum PB PODSI (demisioner) Budiman Setiawan mengapresiasi penampilan tim rowing Indonesia di Pra-Kualifikasi Olimpiade di Luzern ini. “Saya pikir ini pencapaian yang sangat baik dan bisa menembus semifinal itu sudah cukup bagus sekali apalagi mereka bersaing dengan wakil dari negara negara eropa,” katanya.

Lebih lanjut Budiman mengatakan, pencapaian ini harus terus ditingkatkan mengingat pencapaian ini merupakan program jangka panjang performa tingkat tinggi yang sudah dilakukan sejak lama. “PB PODSI bersama Satlak Prima akan terus berupaya meningkatkan High Performance Program ini dan hasilnya pun sudah terlihat melalui La Memo dan Dewi yang lolos ke Olimpiade Rio de Jeneiro 2016,” kata Budiman.

(Wahyu Wijayanto / CN26)

Comments

comments