Foto: AP Photo

Horner: Vettel Tengah Alami Masa Tersulit

vettel-AP

Foto: AP Photo

MONZA, suaramerdeka.com - Tim Prinsipal Red Bull, Christian Horner menilai, tahun ini adalah tahun tersulit bagi Sebastian Vettel. Maklum saja, Vettel tampil jauh di bawah performanya pada musim-musim lalu dan berbanding terbalik dengan rekan satu timnya, Daniel Ricciardo.

“Ini merupakan tahun yang sulit untuk Seb, tapi itu bukan karena dirinya sendiri. Daniel sudah mengemudi dengan amat baik, dan seluruh pujian mesti diberikan kepadanya atas caranya mengemudi tahun ini,” kata Horner seperti dilansir Planet F1.

Musim ini, Vettel belum memenangi satu balapan pun dari 13 seri yang sudah dilewati. Dua kali finis ketiga jadi capaian terbaiknya dan menempatkannya duduk di posisi enam klasemen dengan 106 poin alias ketinggalan 132 poin dari Nico Rosberg (Mercedes) yang bertengger di puncak dengan enam seri sisa.

Tentu sebuah hasil yang kurang memuaskan bagi pebalap yang tampil menjadi juara dunia F1 empat musim terakhir. Sebaliknya Ricciardo, yang baru musim ini membela Red Bull setelah sebelumnya berkiprah untuk Toro Rosso, mampu tampil jauh lebih baik.

“Sebastian senang dengan mobilnya dalam kualifikasi, dan di tahap awal balapan, dan caranya mengemudi dalam posisi defensif amatlah fenomenal. Tapi hasilnya tak bergantung pada kurangnya kecepatan melainkan bagaimana hasil strategi mereka yang berbeda,” tambah Horner.

Musim ini Ricciardo menjadi satu-satunya pebalap yang mampu mencuri kemenangan dari para pebalap Mercedes–tiga kemenangan–untuk duduk di posisi tiga klasemen sementara dengan 166 poin.

Dalam balapan terakhir di Monza, Vettel dan Ricciardo memulai balapan di posisi delapan dan sembilan secara berurutan. Lewat beberapa manuver Ricciardo lalu mampu melewati garis finis di posisi lima, lebih baik dari posisi enam milik Vettel–yang juga mampu disalipnya.

“Saya pikir beberapa pergerakan Daniel fantastis. Ia mengemudi dengan keakuratan. Untuk seseorang yang di awal tahun overtaking-nya sempat dipertanyakan, ia kini ada di atas sana bersama yang terbaik. Apakah ia terus mengejutkanku? Tentu saja. Setiap balapan merupakan sebuah kejutan. Startnya buruk, yang mana ia sudah minta maaf, tapi ia lalu bangkit,” beber Horner.

(Andika Primasiwi, rtr/CN26)

Comments

comments