Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Hadapi Divisi Utama, Vita Solo Cari Tambahan Amunisi

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Tim putri Vita Solo mencari tambahan amunisi untuk menghadapi pertarungan di kancah Kejurnas Livoli Divisi Utama, musim depan. Menurut pelatih Agus Suyanto, tenaga baru tersebut terutama guna melapis posisi tosser yang berperan mengatur aliran bola dan open spiker  untuk mempertajam serangan.

”Saya akan mengembangkan dulu kualitas anak-anak di tim yunior, meski belum yakin dalam waktu satu tahun bisa menghasilkan performa yang sepadan dengan awak tim senior. Kalau belum memenuhi, kami akan cari pemain dari luar,” kata Agus, Kamis (13/11).

Pada tim senior yang sukses menggenggam tiket menuju Divisi Utama dari ajang Livoli Divisi I di GOR Tawangalun, Banyuwangi, 2-8 November lalu, sudah ada dua pemain yunior yang sering memperkuat tim inti. Keduanya adalah Tias Maharani (all round) dan Winda Ayu Aryadi (open spiker).

Mereka telah padu dengan sejumlah pemain senior yang pernah merasakan ketatnya pertarungan di arena profesional Proliga, seperti Rika Yuniar Tita Hapsari (tosser), Deni Saputri (open spiker), Dian Septi Fadilah dan Rosalia Maya Puspa Dewi (quicker), serta libero Dety Fitriani.

Persaingan keras mengadang Vita yang menjadi runner up Livoli Divisi I, pekan lalu. Agus memperhitungkan, tim-tim lawan seperti TNI AU, TNI AL, Petrokimia Gresik, Bank Jatim, Alco Bandung, Wahana Bandung dan Badak LNG Kaltim, sudah pasti tak mau memberi angin bagi tim debutan Vita dan Putri Banyuwangi.

”Tim-tim lama itu dihuni para pemain Proliga. Jam terbang awak tim mereka tentu jauh lebih tinggi, sehingga butuh persiapan ekstra keras bagi kami untuk menghadapinya nanti,” tandas sang pelatih.

Pria yang juga guru SMAN 1 Surakarta itu menambahkan, persiapan harus diawali dengan peningkatan porsi latihan fisik dan teknik bagi para awak tim Kota Bengawan. Fisik dan stamina lebih kuat diperlukan untuk menghadapi laga yang digelar secara maraton.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments