Foto: Istimewa

Golf Jadi Primadona Turis Singapura

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com –  Olahraga golf masih menjadi primadona bagi para turis asing, meski masih dalam musim hujan. Hal itu bisa dirasakan para turis di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, terdapat sepuluh lapangan golf berstandar internasional di Kepri, tujuh di antaranya di Batam dan tiga di Bintan.

View lapangan juga berbeda-beda, ada nuansa pantai dengan angin laut China Selatan yang kencang, kemudian ada yang berasa hutan tropis dengan kiri kanan pepohonan besar, lalu nuansa hills atau bukit-bukit dan nuansa taman dan danau yang permukaan airnya tenang memantulkan objek di sekelilingnya.

“Khusus di Batam dan Bintan, hujan pun tidak berpengaruh banyak. Golfer yang tetap maniak golf, sekalipun hujan badai menerjang. Di Batam dan Bintan ini, para pegolf Singapura yang mendominasi lapangan. Dan itu sudah diperkirakan, karena golfer itu saat menghadapi hambatan, dia justru tertantang,” kata Arief Yahya didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar I Gde Pitana.

Pitana menambahkan, tren kegiatan warga Singapurea saat akhir pekan adalah olahraga golf. Menurut Pitana, para pecinta golf asal Negeri Singa banyak yang menuju Indonesia karena Pemerintah Singapura sudah sejak lama mengurangi lahan-lahan golf di negara tersebut.

“Kondisi ini membuat tarif bermain golf di Singapura makin mahal. Untuk menjadi member sebuah klub golf bisa mencapai miliaran rupiah. Itu sebabnya Batam dan Bintan jadi pilihan penggila golf Singapura,” terang Pitana.

Dengan nilai tukar Rp 9.400 per 1 dolar Singapura, kawasan Batam dan Bintan memang menjadi surga bagi penggila golf Negeri Singa.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments