Foto: suaramedeka.com / Arif M Iqbal

Gita Wirjawan Diminta Tak Klaim Keberhasilan Owi/Butet di Olimpiade 2016

Foto: suaramedeka.com / Arif M Iqbal

Foto: suaramedeka.com / Arif M Iqbal

JAKARTA, suaramerdeka.com- Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Gita Wirjawan diminta tidak mengklaim keberhasilan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih medali emas di Olimpiade Rio 2016.

Menurut Sekjen Siwo Pusat Firmansyah Gindo, keberhasilan Tontowi/Liliyana menyambung tradisi emas Olimpiade sudah dipersiapkan sejak empat tahun lalu.

“Sukses Tontowi/Liliyana meraih medali emas pada Olimpiade 2016, selalu diklaim sebagai sebuah keberhasilan PP PBSI di bawah pimpinan Gita Wirjawan secara sepihak. Padahal, seperti yang kita tahu bahwa sesungguhnya Tontowi/Liliyana sudah diproyeksikan meraih medali emas pada Olimpiade London 2012, sebelum beliau (Gita) menjabat sebagai ketua umum PP PBSI,” ujar Firmansyah Gindo di Jakarta, Senin (10/10).

Pada Olimpiade Rio, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet menaklukkan ganda campuran asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14 dan 21-12 pada partai final. Sayang, sukses itu justru kerap dimanfaatkan oleh PP PBSI sebagai keberhasilan mereka.

Ironisnya, sukses Owi/Butet bahkan dijadikan alat untuk mengusung seorang yang akan maju sebagai bakal calon ketua umum jelang Musyawarah Nasional (Munas) PBSI yang akan digelar di Surabaya, 30 Oktober – 1 November mendatang.

“Sangat disayangkan jika sukses Tontowi/Liliyana dijadikan alat untuk mengusung seseorang yang akan maju pada Munas pemilihan ketua umum PP PBSI mendatang. Apalagi jika itu dilakukan oleh seseorang yang masih menjabat sebagai ketua umum PP PBSI,” kata Gindo.

Mantan Humas KONI Pusat ini berharap, para bakal calon yang akan bersaing menjadi ketua umum PP PBSI memiliki keberanian untuk bersaing secara sehat. “Siapa pun yang terpilih nanti, saya berharap dia punya keberanian dalam membuat keputusan, tanpa adanya kepentingan dari satu klub yang selama ini mendominasi di Cipayung,” terangnya.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments