Foto: suaramerdeka.com / dok

Gelar Silat Bebas, Indonesia Torehkan Sejarah

Foto: suaramerdeka.com / dok

Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com- Untuk pertama kali, Indonesia berhasil menorehkan sejarah dengan menggelar pertandingan silat bebas. Olahraga ini merupakan campuran dari berbagai aliran bela diri yang ada.

“Sejarah inilah yang akan menentukan perkembangan dunia bela diri profesional Indonesia. Makanya, kami akan terus berusaha menyajikan pertarungan terbaik di ajang selanjutnya,” kata Promotor Silat Bebas Indonesia, Muhammad Idris di Jakarta, Senin (26/9).

Pertandingan silat bebas pertama kali sekaligus seri perdana ini sudah digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 24 September lalu. Sejumlah petarung yang meramaikan ajang tersebut berasal dari berbagai kota seperti Solo, Jakarta, Bandung, Bekasi dan Garut. Sesuai rencana, silat bebas akan digelar selama tiga seri.

“Kami melihat ada beberapa petarung pemula potensial muncul, dan, kami yakin jika mereka diasah secara benar akan berkembang menjadi petarung profesional yang punya kemampuan mengangkat nama pencak silat di kancah internasional,” tambahnya.

Menurut Idris, pertarungan silat bebas yang menyajikan sembilan partai silat bebas dan dua mix martial art (MMA) itu berlangsung dengan kecepatan tinggi dan kekuatan penuh. Hal ini bisa dilihat dari hasil 11 partai yang dimainkan di mana delapan partai berakhir dengan TKO dan tiga partai full round.

Dia menjelaskan, target utama silat bebas tersebut untuk menghasilkan pesilat profesional Indonesia dalam jumlah yang signifikan untuk bisa dikenal dalam industri beladiri profesional. Selain itu, pihaknya ingin meningkatkan kualitas dan membangun mental juara para pesilat untuk bisa berjaya di event internasional.

“Dengan naiknya silat ke level yang lebih global, maka secara langsung akan meningkatkan harkat dan martabat bangsa dan negara Indonesia di dunia internasional,” jelasnya.

Di event silat bebas Indonesia pertama ini, lanjut Idris, seluruh peserta masih berada dalam posisi mencari bentuk teknik dan kemampuan terbaiknya. “Ke depan, kami yakin kualitas seluruh acara terutama dari sisi pertarungan dan kualitas petarung akan semakin bertambah. Sebab, mereka akan kembali ke gym masing-masing untuk mendalami teknik terbaik perguruannya yang bisa diterapkan pada pertandingan selanjutnya,” tandasnya.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments