arrowheadstable.blogspot.com

Gagal Raih Emas, Cabang Berkuda Salahkan KOI

arrowheadstable.blogspot.com

arrowheadstable.blogspot.com

JAKARTA, suaramerdeka.com - Cabang equestrian (berkuda) gagal mempersembahkan emas pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Olahraga ini hanya mendapat satu perunggu melalui mantan model cantik, Larasati Gading di nomor tunggang serasi.

Ferri Hadiyanto yang diharapkan bisa memperoleh medali, justru harus gigit jari. Jebloknya prestasi berkuda dipicu persoalan pemecatan manajer equestrian, Prasetiana Sumiskum.

Pria yang akrab disapa Tion tersebut dipecat sepihak oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sebelum berangkat ke Korsel dan digantikan M Asyik, koordinator cabang terukur Satlak Prima. KOI beralasan mengganti Tion karena cabang equestrian belum jadi anggotanya.

Sebaliknya, Tion mengungkapkan pemecatan dirinya karena menjadi saksi bagi KONI Pusat di sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). Seperti diketahui, KONI Pusat dan KOI sedang renggang karena adanya upaya penyatuan dua lembaga tersebut.

Dengan dipecatnya Tion, tim equestrian di Asian Games tanpa didampingi orang yang mengerti urusan berkuda. Imbasnya, Indonesia minim prestasi. Tion pun menuding KOI menjadi penyebab kegagalan Ferri Hadiyanto di nomor tunggang serasi.

“KOI bukan hanya merugikan Federasi Equestrian, tetapi merugikan bangsa dan negara. Ferri harusnya meraih perunggu kalau tim manajer memahami tugas dan fungsinya. Kejadian penonton masuk arena harusnya tidak terjadi dan bisa diantisipasi,” kata Tion sembari menunjukkan bukti bahwa namanya masih tercantum sebagai manajer tim dalam kertas drawing yang dikeluarkan panitia Asian Games 2014.

Menurut dia, potensi equestrian meraih medali emas sebenarnya cukup besar. Sebab, Pengurus Pusat Equestrian Federation Indonesia (PP EFI) sudah melakukan persiapan sejak tahun 2010.

“Kuda-kuda berkualitas itu dibeli sejak tahun 2010. Tidak kecil dana yang dikeluarkan untuk memelihara dan melatihnya selama empat tahun di Jerman. Semua itu kami lakukan demi mengibarkan Merah Putih di ajang Asian Games 2014,” ujarnya.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments