Foto: crash.net

Gagal di Monaco, Hamilton Tak Bisa Ekspresikan Perasaannya

Foto: crash.net

Foto: crash.net

MONAKO, suaramerdeka.com - Lewis Hamilton mengaku, tak bisa mengekspresikan perasaannya usai gagal menjuarai GP Monaco. Padahal dia mendominasi jalannya balapan, namun gagal menjadi juara dan hanya menempati posisi ketiga.

“Saya benar-benar tak tahu cara mengekspresikan perasaan saya di saat ini. Jadi, saya tak akan mencobanya. Sejujurnya, itu terjadi sangat cepat. Saya tak ingat. Anda mengandalkan tim Anda. “Saya melihat pada layar, dan tampak seperti tim keluar dari pit. Itu seperti Nico sudah masuk pit,” ungkap Hamilton.,” kata Hamilton seperti dilansir oleh Auto Sport.

Sebenarnya, Hamilton menempati posisi start terdepan dalam balapan di Circuit de Monaco, Minggu (24/5) dan memimpin hingga lap 64. Setelah safety car masuk, menyusul kecelakaan yang menimpa Max Verstappen, nasib sial menimpa Hamilton usai bersenggolan dengan Romain Grosjean, hingga sepihan mobilnya berserakan di lintasan.

Saat safety car ada di trek balap, Hamilton yang sudah unggul jauh malah masuk pit, sehingga akhirnya kehilangan posisi pertama, bahkan saat masuk ke lintasan ada di posisi tiga. Saat itu, balapan sudah berjalan 65 lap.

“Saya pikir pebalap-pebalap di belakang melakukan pit. Jadi saat tim bilang untuk terus di lintasan, saya berkata bahwa suhu ban menurun dan saya beranggapan bahwa pebalap-pebalap di belakang akan membuat pilihan dan saya akan memakai ban yang lebih keras, jadi mereka mengatakan harus masuk pit.”

Hamilton akhirnya harus gigit jari, dan membuat Nioco Rosberg mencetak hat-trick di seri GP Monako.  Hamilton juga menjelaskan alasan masuk pit, yang akhirnya membuat dia harus puas menyentuh finis di tempat podium ketiga.

“Saya melakukan itu dan masuk ke lintasan dan berpikir dengan penuh kepercayaan diri bahwa yang lain juga akan melakukan yang sama,” kata pebalap 30 tahun itu.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments