Foto: AFP Photo

Gagal di Aragon, Marquez Salahkan Diri Sendiri

Foto: AFP Photo

Foto: AFP Photo

ARAGON, suaramerdeka. com – Setelah kembali gagal meraih kemenangan di Aragon, Marc Marquez mengaku, tak ada pihak yang patut disalahkan atas kegagalannya kecuali dirinya sendiri. Pebalap Repsol Honda itu menyebut, kejadian di Aragon sepenuhnya adalah kesalahannya.

“Hari ini sepenuhnya kesalahanku; aku sudah bicara kepada tim sebelum balapan mengenai (strategi kami) dari kondisi kering ke basah dan semua tergantung kepadaku bagaimana melakukannya, karena aku lebih tahu mengenai kondisi lintasannya daripada mereka,” kata Marquez di Crash.

Dalam balapan yang berlangsung dalam kondis kering dan basah di Motorland Aragon, Minggu (28/9) malam WIB, memunculkan sejumlah kejadian. Salah satu momen yang amat menentukan, adalah jatuhnya Marquez menyusul nasib serupa yang sebelumnya juga menimpa Dani Pedrosa–pebalap Repsol Honda lainnya. Kendatipun pada akhirnya Marquez bisa kembali menunggangi motor dan menyelesaikan balapan, kans menang telah sirna dengan Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) menyabet keuntungan maksimal.

“Itu sepenuhnya keputusanku dan aku berusaha terus di lintasan karena aku terus-terusan berpikir mengenai jarak dengan pebalap kedua. Aku tak terlalu pelan tapi aku tak pernah mempertimbangkan risiko melaju dengan (ban) slick di tarmac basah, jadi dapat dibilang–itu cuma kesalahanku dan maaf kepada tim karena akulah yang memutuskan terus di lintasan,” lanjutnya.

Akibat kejadian tersebut Marquez pada akhirnya cuma finis di posisi 13 dan menambah 3 poin saja, membuat raihannya kini jadi 292 poin. Meski begitu, dia masih 75 poin dari Pedrosa yang merupakan rival terdekatnya dan cuma bisa menambah 2 poin usai finis di posisi ke-14 dalam balapan kali ini.

Kenyataan tersebut, aku Marquez, setidaknya bisa disyukuri. Pebalap Spanyol 21 tahun itupun mengaku tetap gembira karena sudah melakukan kesalahan pada musim ini, saat dirinya sedang unggul jauh dari para pebalap lainnya.

“Hal yang positif adalah kami menambah jarak di kejuaraan dunia. Sebelum start tim memberi tahu diriku bahwa hujan akan turun di bagian-bagian akhir, tapi masalah terbesarnya adalah hujan rintik turun sepanjang balapan jadi untuk alasan itulah aku pikir Dani (Pedrosa) dan banyak pebalap lain tetap di lintasan karena memang sudah hujan meski tak banyak. Aku cuma memikirkan balapan dan bukan risikonya–melaju dengan ban slick di tarmac basah. Aku gembira karena itu pengalaman baru buatku dan lebih baik untuk mengalaminya tahun ini ketimbang tahun depan, ketika persaingan mungkin lebih ketat,” beber Marquez.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments