Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

FPTI Jateng Masuk Lima Besar Kejurnas KU

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Tim Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng akhirnya menembus peringkat lima besar kejurnas kelompok umur (KU) di GOR Badang Perkasa Tanjung Balai, Karimun (Kepri). Pada persaingan selama sepekan yang berakhir Jumat (12/12), enam pemanjat Jateng meraih dua medali emas, satu perak dan empat perunggu.

”Tim ini menempati peringkat lima, hanya selisih sekeping perak dengan DKI Jakarta di urutan empat. Padahal DKI menurunkan 15 atlet,” kata pelatih tim yunior Jateng, Tave Askar.

Total 30 medali emas diperebutkan dalam ajang tersebut. Menurutnya, kontingen-kontingen dengan kekuatan besar menjadi tiga besar dalam persaingan itu. Jatim yang mengusung 20 pemanjat merebut gelar juara umum dengan sembilan emas, disusul Kaltim yang berkekuatan 34 atlet dan Bali yang menurunkan 33 atlet.

”Jika kekuatan kami sekitar 15 atlet, bisa bersaing untuk memburu gelar juara umum. Namun dengan mengandalkan enam atlet dapat meraih dua emas, sekeping perak dan empat perunggu, saya anggap capaian anak-anak sudah tergolong bagus,” ungkap Tave.

Atlet Solo Alfian M Fajri dan Agustina Sari menjadi penyumbang dua medali terakhir bagi Jateng. Alfian merebut perunggu dari papan lead youth A putra dan Agustina dari lead yunior putri. Capaian itu melengkapi koleksi dua emas, satu perak dan dua perunggu yang dikumpulkan pada hari-hari sebelumnya.

Pemanjat Gusti Abimanyu (Banyumas) dan Agustina Sari (Blora) menyumbang emas dari nomor speed world record yunior putra dan putri. Alfian juga merebut sekeping perak speed world record kelompok youth A, sedangkan dua perunggu lain diraih Rury Diwira (Batang/youth A putri) dan Gresya Widiartini (Kudus/lead spider kid A putri).

Tave yang juga pengurus bidang kompetisi FPTI Jateng menambahkan, para pemanjat muda yang bertarung dalam kejurnas di Tanjung Balai tersebut merupakan atlet-atlet potensial.

”Mereka harus terus ditempa dalam latihan dan jam terbangnya ditingkatkan melalui berbagai kejuaraan, sehingga kemampuannya semakin berkembang. Mereka adalah atlet-atlet masa depan Jateng,” ujarnya.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments