Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Fisik Pemanjat Tebing Jateng Dipoles

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SEMARANG, suaramerdeka.com – Sektor fisik masih menjadi perhatian utama dari pelatih tim panjat tebing PON XIX Jateng. Saat ini sebanyak 15 atlet provinsi ini tengah digenjot pada pemusatan latihan di Venue Panjat Tebing Jateng, Kompleks Jatidiri. Selain itu, Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jatang berencana menggelar pelatda di Temanggung guna penyesuaian suhu.

”Saat ini anak-anak masih fokus penuh di persiapan fisik. Kami juga berencana aka melakukan pelatda di Temanggung untuk menyesuaikan suhu. Di PON XIX Jabar nanti, venue panjat tebing ada di Lembang yang berketinggian 1.400 mdpl. Pasti atlet butuh penyesuaian,” kata Ketua Umum FPTI Jateng Iik Suryati Azizah, Rabu (11/5).

Namun, program pelatda di Temanggung belum bisa terlaksana. Karena itu, program latihan lebih difokuskan membangun daya tahan dan fisik atlet. Iik menilai, penyesuaian suhu sangat penting agar pemanjat tebing terbiasa dengan kondisi alam yang cukup dingin dan oksigen yang lebih tipis. Karena itu, pihaknya tetap berusaha agar pelatda di Kota Tembakau bisa terlaksana.

”Melihat perkembangan anak-anak selama ini cukup baik. Mereka mampu menyerap semua program latihan dengan baik. Ini menjadi modal penting kami menghadapi PON XIX, September mendatang. Kami akan memaksimalkan pelatda,” tandas dia.

Di PON Jabar mendatang, Jateng meloloskan 15 atlet yang terdiri dari delapan atlet putra dan tujuh putri. Untuk atlet putra di antaranya Marsudin, Sutrisno, Solikin, Alfian, Temi Telilasa, Asrul Sani dan Abimanyu. Mereka turun dalam nomor beregu dan perorangan.

Di nomor boulder, tim putra yang terdiri dari Solichin, M Marsudin, Sutrisno dan Temi Telilasa berhasil memboyong medali emas. Di tim speed relay, Solikhin, Alfian, dan Asrul Sani membawa pulang medali perak, saat babak kualifikasi PON di Universitas Parahyangan, Bandung. Adapun untuk putri, yakni Santi Wellyanti, Susanti Arfiah, Indahwati, Sudarti, Agustina, Ndona Nasugian dan Ari Susanti.

(Krisnaji Satriawan / CN26)

Comments

comments