Foto: suaramerdeka.com / dok PBSI

Firman Terhenti di Taiwan Master, Shesar Melaju

Foto: suaramerdeka.com / dok PBSI

Foto: suaramerdeka.com / dok PBSI

TAIPEI, suaramerdeka.com – Tunggal putra Indonesia, Firman Abdul Kholik tak kuasa menahan Daren Liew pada babak kedua kejuaraan bulu tangkis Taiwan Masters 2016. Firman kalah dalam lima game yang menggunakan sistem reli poin 11, dengan skor 6-11, 11-4, 7-11, 8-11, 6-11, dalam waktu 49 menit.

Firman merupakan wakil ketiga tim pelatnas yang harus terhenti di babak-babak awal. Sebelumnya, Krishna Adi Nugraha takluk di babak pertama atas Lu Chia Hung (Taiwan), dengan skor 4-11, 8-11, 13-11, 11-7, 4-11. Muhammad Bayu Pangisthu yang diunggulkan di tempat kelima pun tak dapat menghentikan perlawanan wakil Malaysia, Tan Chun Seang. Bayu ditundukkan Tan dengan skor 5-11, 4-11, 9-11.

“Anak-anak memang kaget dengan sistem skor 11, bukan cuma pemain Indonesia, tetapi dari negara lain pun begitu. Kami memang belum ada persiapan latihan dengan sistem skor 11, karena persiapan ke Thailand Open Grand Prix Gold 2016 lalu kan masih menggunakan sistem skor 21. Kami harus banyak belajar lagi,” kata Irwansyah, asisten pelatih tunggal putra PBSI.

“Sistem skor ini membuat atlet harus bermain lebih cepat dan lebih mengontrol. Karena tidak biasa, jadi saat lawan unggul sedikit langsung kaget dan terburu-buru ingin mematikan lawan,” ujar Irwansyah.

“Di luar sistem skor, tim tunggal putra juga harus meningkatkan rasa percaya diri dan semangat bertanding. Saat latihan juga penting, harus dilatih fokus dan harus lebih memaksa. Latihan itu seperti belajar sebelum ujian, kalau latihannya serius, pasti saat ujian bisa percaya diri dan hasilnya maksimal,” lanjutnya.

Sementara itu, Shesar Hiren Rhustavito berhasil melangkah ke babak kedua setelah mengalahkan Lo Chi Yu (Taiwan), dengan skor 11-1, 11-3, 11-7.

(Wahyu Wijayanto / CN26)

Comments

comments