Foto: Crash.net

Finis Ketiga di Austria Seperti Kemenangan untuk Lorenzo

Foto: Crash.net

Foto: Crash.net

SPIELBERG, suaramerdeka.com – Meski cuma finis ketiga di MotoGP Austria, Jorge Lorenzo sudah merasa gembira. Bagi rider Movistar Yamaha itu menyebut hasil itu hampir terasa seperti kemenangan.

“Tentunya kalau Anda sudah memenangi begitu banyak balapan seperti saya, finis ketiga itu tidak seperti kemenangan. Tapi kami bisa merasakan bahwa posisi tiga ini seperti sebuah kemenangan karena Ducati hampir seperti berada di dunia lain selama uji coba, akhir pekan, dan paruh kedua balapan ini,” kata Lorenzo dikutip Motorsport.

Pada balapan di Sirkuit Red Bull Ring, Lorenzo berada di belakang dua pebalap Ducati, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso, dengan jarak 3,389 detik dari Iannone yang jadi pemenang.

Podium ketiga ini membuat Lorenzo menyudahi rangkaian hasil buruknya di tiga seri terakhir. Seperti diketahui, pebalap 29 tahun itu gagal finis di Catalunya, lalu cuma finis ke-10 di Belanda dan diikuti finis posisi 15 di Jerman.

“Finis ketiga, hanya dua detik (sic) dari pemenang, ini merupakan hasil bagus dan kami sangat puas. Saya sangat senang, meski dengan ban belakang banyak bergerak di bagian akhir balapan.”

Pemilik tiga gelar juara dunia kelas MotoGP ini bahkan menyebut hasil di Austria ini nyaris terasa seperti kemenangan karena performa cemerlang Ducati. Performa tim pabrikan Italia itu memang sudah tangguh sejak sesi latihan bebas pertama, Jumat (12/8) kemarin, di mana selalu menempatkan pebalap di posisi tiga terdepan.

“Kami memulihkan sejumlah poin dengan Marc (Marquez – Repsol Honda), yang mana penting dan segalanya bisa terjadi, karena kita melihat ketika Marc jatuh kemarin dan dia hampir mengalami cedera serius. Anda perlu fokus dan punya sejumlah keberuntungan di kejuaraan ini,” imbuhnya.

Lorenzo masih di peringkat dua klasemen kejuaraan dunia dengan kini mengoleksi nilai 138, tertinggal 43 poin dari Marquez. Di belakangnya adalah rekan setimnya di Yamaha, Valentino Rossi, dengan 124 poin.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments