KALUNGKAN MEDALI: Wakil Ketua PBSI Kulonprogo, Jazil Ambar Was’an menyerahkan medali dan piagam kepada para atlet yang meraih juara dalam kejuaraan bulutangkis Djarum Multi Cabang (DMC) DIY Seri I 2015 di GOR Wates, Kulonprogo, Minggu (22/2). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

Final DMC DIY Seri I 2015 Berlangsung Menegangkan

KALUNGKAN MEDALI: Wakil Ketua PBSI Kulonprogo, Jazil Ambar Was’an menyerahkan medali dan piagam kepada para atlet yang meraih juara dalam kejuaraan bulutangkis Djarum Multi Cabang (DMC) DIY Seri I 2015 di GOR Wates, Kulonprogo, Minggu (22/2). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

KALUNGKAN MEDALI: Wakil Ketua PBSI Kulonprogo, Jazil Ambar Was’an menyerahkan medali dan piagam kepada para atlet yang meraih juara dalam kejuaraan bulutangkis Djarum Multi Cabang (DMC) DIY Seri I 2015 di GOR Wates, Kulonprogo, Minggu (22/2). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Suasana menegangkan terjadi dalam pertandingan-pertandingan di putaran semi final dan final kejuaraan bulutangkis Djarum Multi Cabang (DMC) DIY Seri I 2015 di GOR Wates, Kulonprogo, Minggu (22/2). Setelah bertarung sekuat tenaga sejak babak penyisihan, para juara akhirnya tersenyum gembira berhasil menjadi yang terbaik.

Pertandingan berlangsung ketat. Selain itu, ada hal yang menarik yakni di babak semi final ada beberapa atlet non ungulan yang berhasil mengalahkan atlet unggulan. Di nomor tunggal usia dini putri, Fauzia Ainun Mardiah (Qiu-Qiu) berhasil mengalahkan Umy Faldevi Elwina (Pancing Kota) yang merupakan unggulan kedua dengan rubber set 21-15, 16-21, 21-13. Namun Fauzia harus puas menjadi juara kedua setelah di babak final ditundukkan Rr Widya Aninditya (Pancing Sembada) yang merupakan unggulan pertama dengan skor 21-19 21-19.

Di nomor ganda remaja putra dan ganda remaja putri, pasangan non unggulan juga berhasil melaju ke final dan menjadi juara pertama, mengalahkan pasangan unggulan. Pasangan Niko Astano dan Vikra Deska Julianto (Jayaraya Satria) di nomor gandar remaja putra berhasil menundukkan pasangan Agus Putra Pratama dan Alvianto Nugroho (Jogjaraya) unggulan pertama, skor 21-14 21-19. Sedangkan pasangan Iva Valensi Vinzaputri dan Theresa Andyka (Elang) di nomor ganda remaja putri berhasil menundukkan Hernadita Dewi Amalia+Rika Untari Purwanto (Pancing Kota/Exist Yogyakarta) unggulan pertama dengan skor 22-20 21-17.

“Mayoritas unggulan satu unggulan dua ketemu di final, walaupun beberapa kelompok pertandingan yang unggulan kalah dengan tidak unggulan, tapi hal yang wajar karena ada pendatang baru atau mungkin naik kelas,” kata Panitia Bidang Pertandingan DMC DIY Seri I 2015, Aris Haryanto.

Aris berharap, penyelenggaraan DMC yang mulai tahun ini menjadi tiga seri dalam satu tahun dari sebelumnya lima seri, kualitas kompetisi semakin baik dan semakin ketat serta animo peserta semakin bertambah. Sebab kompetisi semacam ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang paling utama.

“Karena seberapapun proses latihan, yang utama adalah pada periode kompetisi, seperti di DMC ini. Jadi kompetisi menjadi yang dikedepankan dalam pembinaan,” imbuhnya.

Adapun para juara pertama dalam DMC DIY Seri I di Kulonprogo ini, untuk nomor ganda taruna putra Kurniawan Wijanarko bersama Wahyu Septian Dwi Permadi (Tahfidz-Qu), tunggal taruna putra Kurniawan Wijanarko (Tahfidz-Qu), ganda remaja putri Iva Valensi Vinzaputri bersama Theresa Andyka (Elang), ganda remaja putra Niko Astano bersama Vikra Deska Julianto (Jayaraya Satria).

Selanjutnya tunggal remaja putri Luthfia Pratiwi (Pancing Sembada), tunggal remaja putra Niko Astono (Jayaraya Satria), tunggal pemula putri Rika Untari Purwanto (Exist Yogyakarta), tunggal pemula putra Rizky Febriansyah (Pancing sembada), tunggal anak-anak putrid Natasha Aisyabela P (Pancing Sembada), tunggal anak-anak putra Y Bayu Kusuma Budi C (Natura), tunggal usia dini putri Rr Widya Aninditya (Pancing Sembada), dan tunggal usia dini putra Idham Kholid Mustofa (Pancing Sembada).

Vikra Deska Julianto yang menjadi juara ganda remaja putra bersama Niko Astano, mengaku beru pertama kali mengikuti seri kejuaraan DMC di DIY. Meski demikian sebelumnya dia juga sudah sering mengikuti kompetisi ini sewaktu di Kudus. “Di Kudus selalu ikut sejak usia anak-anak tahun 2012, kebanyakan dapat juara tiga,” katanya.

(Panuju Triangga/CN39)

Comments

comments