MENYETEL NET : Petugas lapangan sedang menyetel net di All England Lawn Tennis and Croquet Club Wimbledon, yang merupakan arena turnamen grand slam Wimbledon. (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

Federer Kembali ke Wimbledon dengan Motivasi Besar

MENYETEL NET : Petugas lapangan sedang menyetel net di All England Lawn Tennis and Croquet Club Wimbledon, yang merupakan arena turnamen grand slam Wimbledon. (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

MENYETEL NET: Petugas lapangan sedang menyetel net di All England Lawn Tennis and Croquet Club Wimbledon, yang merupakan arena turnamen grand slam Wimbledon. (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

PARIS, suaramerdeka.com – Roger Federer akan kembali ke Wimbledon dengan motivasi besar. Ia berjanji akan tampil habis-habisan sembari menikmati pertandingan. Sejumlah cedera membuat pria Swiss 35 tahun itu, absen di banyak turnamen tahun ini. Karena cedera bertubi-tubi itulah, dalam paruh pertama warsa ini ia tak pernah meraih juara. Sesuatu yang tak pernah terjadi sejak tahun 2000.

Bulan lalu, Federer mundur dari Prancis Terbuka karena tidak prima. Ini sekaligus mengakhiri rekor tampil di 65 turnamen grand slam berturut-turut yang terbentang sejak Australia Terbuka 2000 hingga Australia Terbuka 2016.

Dalam rentang itu, ia mengoleksi 17 gelar, termasuk tujuh gelar Wimbledon yang membuatnya sejajar dengan legenda Amerika Serikat, Pete Sampras.

“Saya di sini sekarang. Ini adalah motivasi besar setelah menarik diri di Paris (Prancis Terbuka). Saya kembali ke sini, turnamen favoritku,” kata petenis nomor tiga dunia tersebut sebagaimana dilansir situs turnamen, Minggu (26/6).

Dengan semua kejayaannya di Wimbledon, ia mengaku termotivasi untuk segera kembali ke pertandingan besar. Memainkan laga yang baik, dan menikmati setiap momennya. Federer merebut gelar pertamanya di Wimbledon tahun 2003 dengan mengalahkan petenis Australia, Mark Philippoussis. Gelar itu terus dipertahankan hingga tahun 2008 saat ia dijungkalkan Rafael Nadal dari Spanyol.

Setahun berselang ia merebut gelar keenam mengalahkan Andy Roddick (AS). Gelar ketujuh didapat tahun 2012. Dalam dua tahun terakhir, pria kelahiran Basel itu selalu lolos ke final, namun dua kali pula dijegal Novak Djokovic.

“Jujur saja saya tidak pernah berpikir akan merindukan Wimbledon, terutama setelah operasi. Saya tahu punya banyak waktu agar kembali ke sini. Entah bagaimana, tapi saya baik-baik saja,” katanya.

Ia akan memulai petualangannya di All England Lawn Tennis and Croquet Club, melawan petenis Argentina, Guido Pella. “Saya suka turnamen ini lebih dari apapun. Ini adalah kesempatan besar bagiku untuk membalikkan musim (buruk). Siapa yang tahu?,” tandasnya.

(Wahyu Wijayanto/CN39/SM Network)

<B>MENYETEL NET :<P> Petugas lapangan sedang menyetel net di All England Lawn Tennis
and Croquet Club Wimbledon, yang merupakan arena turnamen <I>grand slam<P>
Wimbledon. (93)

Federer Kembali ke Wimbledon dengan Motivasi Besar

PARIS, suaramerdeka.com - Roger Federer akan kembali ke Wimbledon dengan motivasi
besar. Ia berjanji akan tampil habis-habisan sembari menikmati pertandingan.
Sejumlah cedera membuat pria Swiss 35 tahun itu, absen di banyak turnamen tahun ini.
Karena cedera bertubi-tubi itulah, dalam paruh pertama warsa ini ia tak pernah
meraih juara. Sesuatu yang tak pernah terjadi sejak tahun 2000. 
Bulan lalu, Federer mundur dari Prancis Terbuka karena tidak prima. Ini sekaligus
mengakhiri rekor tampil di 65 turnamen <I>grand slam<P> berturut-turut yang
terbentang sejak Australia Terbuka 2000 hingga Australia Terbuka 2016.
Dalam rentang itu, ia mengoleksi 17 gelar, termasuk tujuh gelar Wimbledon yang
membuatnya sejajar dengan legenda Amerika Serikat, Pete Sampras. 
''Saya di sini sekarang. Ini adalah motivasi besar setelah menarik diri di Paris
(Prancis Terbuka). Saya kembali ke sini, turnamen favoritku,'' kata petenis nomor
tiga dunia tersebut sebagaimana dilansir situs turnamen,  Minggu (26/6).
Dengan semua kejayaannya di Wimbledon, ia mengaku termotivasi untuk segera kembali
ke pertandingan besar. Memainkan laga yang baik, dan menikmati setiap momennya. 
Federer merebut gelar pertamanya di Wimbledon tahun 2003 dengan mengalahkan petenis
Australia, Mark Philippoussis. Gelar itu terus dipertahankan hingga tahun 2008 saat
ia dijungkalkan Rafael Nadal dari Spanyol. Setahun berselang ia merebut gelar keenam
mengalahkan Andy Roddick (AS). Gelar ketujuh didapat tahun 2012. Dalam dua tahun
terakhir, pria kelahiran Basel itu selalu lolos ke final, namun dua kali pula
dijegal Novak Djokovic. 
''Jujur saja saya tidak pernah berpikir akan merindukan Wimbledon, terutama setelah
operasi. Saya tahu punya banyak waktu agar kembali ke sini. Entah bagaimana, tapi
saya baik-baik saja,'' katanya. 
Ia akan memulai petualangannya di All England Lawn Tennis and Croquet Club, melawan
petenis Argentina, Guido Pella. ''Saya suka turnamen ini lebih dari apapun. Ini
adalah kesempatan besar bagiku untuk membalikkan musim (buruk). Siapa yang tahu?,''
tandasnya. (Wahyu Wijayanto)

Comments

comments