Foto: suaramerdeka.com / Heru Fajar

Favorit Juara Bertumbangan di MXGP of Indonesia 2017

Foto: suaramerdeka.com / Heru Fajar

Foto: suaramerdeka.com / Heru Fajar

PANGKAL PINANG, suaramerdeka.com – Seri ke dua Kejuaraan Dunia Motocross atau MXGP 2017 suskes di gelar di Indonesia. Sirkuit GOR Sahabudin, Pangkalpinang Prop. Bangka Belitung menjadi saksi kehebatan para pebalap dari berbagai negara yang berkompetisi selama dua hari (4-5/3) kemarin.

Faktor cuaca menjadi kendala buat jagoan-jagoan penunggang motor trail berkapasitas 250cc hingga 450cc ini. Meskipun para Crosser dunia ini sangat tangguh namun liatnya tanah di sirkuit Sahabudin menjadi handycap yang tak mudah di taklukan. Sejak 2 minggu terakhir sirkuit terus diguyur hujan dan kontur tanah liat yang ada di sirkuit sangat licin dan liat serta sulit memaksa motor pada putaran mesin tinggi.

Nama-nama beken dunia dan langganan juara seperti Antonia Carioli (KTM), Tim Gajser (Honda) maupun Romain Febvre (Yamaha) tidak berkutik menghadapi sirkuit berkarakter unik seperti di Pangkalpinang. Justru Shaun Simpson yang mampu tampil bagus dan cukup kuat di kelas paling bergengsi MXGP (450cc). Crosser asal Inggris yang bernaung di tim Wilvo Yamaha MXGP ini tampil bagus dan konsisten meskipun di awal Race dia berada di lima besar.

“Sirkuit ini cukup menguras stamina jadi memang harus irit tenaga di awal karena di pertengahan Race trek bakal sulit karena sudah susah di lewati. Untungnya pada Race pertama cuaca agak panas jadi kontur tanah tidak terlalu basah meskipun di beberapa titik masih sangat sulit di lewati. Ini adalah kemenangan pertama saya musim ini dan sebagai seri awal pasti akan jadi modal bagus buat kedepannya,” ungkap Simpson asal Inggris.

Sayang pada Race kedua untuk kelas MXGP di batalkan karena kondisi trek yang sangat menyulitkan pembalap. Sebelum Race kedua MXGP di mulai memang turun hujan cukup lebat, genangan air dan tanah sudah menjadi lumpur dan sangat dalam hingga selutut orang dewasa di beberapa bagian. Korbannya adalah di race kedua kelas MX2 (250cc) di mana para crosser banyak yang menyerah dan tidak bisa melanjutkan balapan.

Pada Race ke dua kelas MX2 sebenarnya hujan sudah berhenti namun kondisi lintasan sudah terlanjur berlumpur meskipun sudah di perbaiki. Banyak sekali crosser yang terpelanting maupun yang nyungsep karena motor yang susah di kendalikan. Bahkan banyak juga motor yang mengalami overheat karena di paksa terus untuk menaklukan liatnya tanah yang sebenarnya mustahil di lewati. Akhirnya setelah berlangsung kira-kira 20 menit Race Director mengibarkan bendera merah tanda untuk menghentikan jalannya Race 2 tersebut. Tampil sebagai juara adalah Jeremy Seewer (tim Suzuki World MX2) dari Swiss.

Kelas Lain

Di kelas lain yakni WMX atau Woman Motocross Champianship menjadi daya tarik sendiri buat puluhan ribu penonton yang memadati sirkuit GOR Sahabudin. WMX ini juga spesial karena untuk MXGP Indonesia merupakan seri pembuka. Meski mereka wanita namun ketangkasan dalam menjinakkan motor trail 250cc ini jangan di tanya. Bahkan penonton lebih riuh saat WMX di gelar karena seru dan kompetitif.

Nama seperti Kiara Fontanesi yang merupakan sang juara dunia banyak di elu-elukan. Namun memang di Pangkalpinang ini seperti kurang bertuah buat para langganan juara. Bahkan Fontanesi yang merupakan mantan pacar Maverick Vinales (rider MotoGP) harus menyerah di tengah lomba pada Race 1. Tampil sebagai juara adalah pembalap asal Courtney Duncan (tim Yamaha) dari New Zeeland.

Bagaimana dengan pembalap Indonesia yang juga ikut terjuan di 3 kelas baik MXGP, MX2 maupun WMX. Ada 15 pembalap yang ikut terjun di ajang dunia ini namun tentu saja masih belum bisa menandingi kekuatan stamina dari para pembalap dunia. Para crosser muda Indonesia ini di harapkan bisa belajar banyak dari event sebesar MXGP agar kemampuan dan pengalaman bertambah.

“Ini adalah kesempatan yang bagus buat kita bisa bersaing dengan crosser top dunia. Seperti sebuah mimpi bisa ikut berkompetisi bersama mereka. Saya harap tim Merah Putih yang sudah di bentuk ini tetap di pertahankan untuk MXGP untuk dua tahun kedepan,” kata Aldi Lazaroni, crosser asal Yogyakarta yang di amini oleh jagoan asal Jateng, Ivan Harry.

(Heru Fajar / CN26)

Comments

comments