LATIHAN: Atlet Jateng asal Solo, M Marsudin menyelesaikan jalur di papan boulder pada latihan di kompleks Stadion Manahan, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Enam Pemanjat Buru Medali ke Bali

LATIHAN: Atlet Jateng asal Solo, M Marsudin menyelesaikan jalur di papan boulder pada latihan di kompleks Stadion Manahan, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

LATIHAN: Atlet Jateng asal Solo, M Marsudin menyelesaikan jalur di papan boulder pada latihan di kompleks Stadion Manahan, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Enam pemanjat Jateng bersiap memburu medali ke Bali. Para pemanjat pelatda PON XIX/2016 itu bakal beradu ketangguhan dalam kejuaraan terbuka panjat tebing bertajuk ”Mirah Boulder International 2016” yang digelar di Kuta, 13-14 Februari mendatang.

Solikhin (Jepara), Temi Teli Lasa (Pemalang), serta Sutrisno dan M Marsudin (Solo) akan bersaing di kelompok putra. Sementara dua atlet putri yang turut bertarung pada ajang khusus nomor boulder itu adalah Santi Welyanti (Banyumas) dan Susanti Arfiah (Karanganyar).

“Target kami, para atlet itu dapat menembus babak final. Tapi saya yakin ada yang bisa naik podium karena performa mereka saat ini sudah mendekati seperti saat menghadapi kualifikasi PON di Jabar, tahun lalu,” kata pelatih kepala pelatda panjat tebing Jateng, Triyanto Budi Santoso, Jumat (5/2) malam.

Pada Pra-PON XIX di Bandung, akhir September lalu, Jateng meraih dua medali emas dan dua perak dari nomor boulder. Emas diraih tim boulder putra dan Indah Wati dari kategori perorangan putri. Sedangkan perak direbut Solikhin dari perorangan putra dan tim boulder putri.

“Tapi Indah izin tak jadi ikut ke Bali, karena anaknya sakit,” tambahnya.

Bakal Ketat

Kendati demikian, Budi memprediksi persaingan ketangguhan di Bali bakal berlangsung ketat. Sebab, lelaki yang juga guru olahraga SMPN 1 Tangen Sragen itu melihat peta kekuatan pemanjat dari beberapa provinsi, cukup berimbang. Menurutnya, tuan rumah Bali, Jatim, DKI Jakarta, Jabar dan Jateng, masing-masing memiliki atlet andalan di kelompok putri.

“Tetapi kalau untuk putra, dominasinya masih dipegang atlet-atlet Jatim. Tapi tak tertutup kemungkinan, atlet Jateng pun bisa menyodok karena performa anak-anak kini sedang mengapung,” tuturnya.

Dia mencontohkan kemampuan Temi yang terus meningkat. Pada pertengahan Januari lalu, pemanjat Pemalang itu menempati peringkat sembilan di papan <I>boulder<P> pada kejuaraan panjat tebing internasional di Singapura.

“Tapi kejuaraan terbuka di Bali tersebut bukan menjadi target utama pelatda, namun menjadi ajang try out bagi para atlet Jateng,” jelas Budi.

(Setyo Wiyono/CN/SM Network)

 

Comments

comments