Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Empat Pebiliar Solo Tampil di Obrigado Open Tournament 2015

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Empat pebiliar Solo bertarung dalam turnamen terbuka nasional di Bali, sejak pekan ini. Mereka, Rico Dela Wijaya, Bob Marlen Piyoko, Rudi Andrianto dan Febri Sri Hartati, mengusung bendera Matahari Billiard Club Solo pada ajang bertajuk Obrigado Open Tournament 2015 tersebut.

“Rico, Bob dan Rudi langsung turun di babak double elimination putra, mulai Jumat (16/1). Sedangkan Febri mulai tanding, Senin (20/1),” kata Ketua Umum Pengkot Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Solo, Iwan Sutarto, Jumat (16/1).

Penyelenggaraan turnamen di Obrigado Billiard Center Denpasar tersebut memang tidak berbarengan. Pertarungan kelompok putra dilaksanakan pada Kamis-Minggu (15-18/1) dengan total hadiah Rp 85 juta. Jeda sehari, kemudian dilanjutkan dengan persaingan para pebiliar putri pada Selasa-Kamis (20-22/1) yang memperebutkan total hadiah Rp 25 juta.

“Target kami, minimal mereka menembus peringkat delapan besar. Peluang terbesar berada di tangan Rico, namun kesempatan tiga atlet lainnya juga cukup terbuka,” jelas Iwan.

Pria yang pernah malang-melintang di kancah biliar nasional dan internasional tersebut menyebutkan, persaingan para atlet guna menembus papan atas dalam turnamen itu cukup ketat. Sebab, sejumlah pebiliar nasional bakal turut bertarung untuk menjadi jawara.

“Peserta kelompok putra ada 128 pebiliar dan putri kabarnya 48 orang. Atlet-atlet penghuni Pelatnas SEA Games rencananya juga turut bersaing, tapi kepastian selanjutnya saya tidak tahu,” tutur Iwan.

Pebiliar Jateng yang telah menghuni pelatnas selama sekitar enam bulan terakhir di antaranya Yoni Rahmanto (Pekalongan) dan Rahman (Purworejo).

Di luar awak pelatnas, informasi yang dia peroleh menyebutkan beberapa pebiliar papan atas yang telah memastikan turut ajang adu sodok tersebut antara lain Ricky Yang (Jateng), Winoto (Jakarta), Arun (Riau), Johan Dewa (Kaltim) dan Nurdin Abuba (Jatim).

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments