Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Empat Kelas Renang Bakal Dilombakan pada Krapta Solo

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Persaingan ratusan perenang muda pemula yang bakal bersaing dalam Kejuaraan Renang Antarperkumpulan Taruna (Krapta) terbuka nasional di kolam renang Tirtomoyo Manahan Solo, bakal tertunda.

Menurut ketua panitia Devy Rachyuanto, ajang akuatik memperebutkan Piala Kapolda Jateng yang rencananya diselenggarakan pada 3-5 Februari tersebut diundur sepekan, menjadi 9-10 mendatang.

“Pak Kapolda Condro Kirono ingin hadir langsung pada kejuaraan nanti. Karena pada 3-5 Februari ada acara kunjungan Kapolri ke Jateng, maka akhirnya ditunda sepekan,” kata Devy, Senin (23/1).

Hal tersebut, lanjut dia, tidak menjadi persoalan. Sebab penundaan telah disebarluaskan kepada berbagai klub renang yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurutnya, para atlet pemula dalam perkumpulan-perkumpulan renang juga telah meresponsnya.

“Sudah banyak yang mengonfirmasi kepada kami mengenai rencana mereka untuk bersaing di Krapta nanti. Lebih dari seratus perenang yang telah memberikan konfirmasi,” ujar Devy.

Pria yang juga Ketua Pengkot Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Solo tersebut menjelaskan, persaingan dalam kejuaraan itu akan digelar dalam empat kelompok umur (KU). Yakni KU 2 (14-15 tahun), KU 3 (12-13 tahun), KU 4 (10-11 tahun) dan KU 5 (9 tahun ke bawah.

“Seluruh gaya dilombakan. Namun pesertanya benar-benar pemula, artinya belum pernah mendapat gelar juara pada ajang berskala nasional,” tutur Devy.

Dia menambahkan, semua nomor dilombakan dalam ajang tersebut, seperti gaya dada, gaya kupu-kupu, gaya punggung dan gaya bebas. Namun saat ditanya berapa medali emas yang akan diperebutkan, dirinya belum bisa memastikan.

“Nanti bakal diketahui dalam temu teknik. Sebab bisa jadi ada nomor yang akhirnya tidak digelar kalau jumlah pesertanya tidak memenuhi limit minimal,” jelas dia.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments