Foto: Istimewa

Empat Atlet Wushu Indonesia Siap Tarung

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Empat atlet wushu Indonesia siap bertarung pada ajang Kejuaraan Dunia Sanda 2014 di Istora Senayan, Jakarta, 20-22 November. Mereka bahkan sudah mencoba panggung pertandingan untuk dipakai berlatih.

Keempat atlet Tanah Air yang bakal bertarung, di antaranya Junita Malau (48kg), Hertati (52kg), Moria Manalu (65kg) di kelompok putri dan Edowar Virnanda di kelas 52kg putra.

Junita Malau mengaku sudah siap mental. Pada ajang nanti, Junita bakal bertemu pesanda India, Sanathoi Devi Yumnan di babak pertama. Dia berharap bisa revans karena pada Kejuaraan Dunia 2013 di Kuala Lumpur ditaklukkan.

“Saya langsung ketemu Sanathoi di babak pertama. Ini kesempatan bagi saya melakukan revans atas kekalahan di Kuala Lumpur tahun lalu,” ujar Junita.

Hal senada dikemukakan Hertati, Moria maupun Edoward. Meski mengakui persaingan cukup ketat, tapi mereka bertekad memberi penampilan terbaik. Pelatih Indonesia asal Tiongkok  Liu Zhen menyebutkan, selain Tiongkok, Iran dan Vietnam serta negara-negara pecahan Rusia merupakan lawan berat bagi anak didiknya.

“Saya berharap Yunita dkk  dapat memperlihatkan permainan sesuai hasil latihan,” katanya.

Selain tuan rumah Indonesia, negara yang ambil bagian di antaranya Afghanistan, Aljazair, Kepulauan Bermuda, Brasil, Tiongkok, Mesir, India, Iran, Italia, Korsel, Filipina, Srilanka, Swedia, Tunisia, Turki, Ukraina dan Vietnam.

Rencananya, kejuaraan akan dibuka Menpora Imam Nahrawi. Sejumlah pengurus dari PB WI terlibat memantau persiapan di Gedung Istora, seperti Ketua Umum PB WI Master Supandi Kusuma, Wakil Ketua I Eisen Gauw, Wakil Ketua II Chairul Azmi Hutasuhut, Wakil Ketua III Ngatino dan Sekjen Iwan Kwok.

“Nanti seusai pembukaan oleh Menpora, langsung dilanjutkan dengan pertandingan,” kata Eisen Gauw.

Master Supandi menambahkan, sejauh ini seluruh peserta tidak ada yang mengeluh. Mereka terkesan dengan fasilitas dan pelayanan yang disiapkan Panpel.

“Kami memang ingin mempertahankan predikat sebagai tuan rumah yang baik seperti saat menggelar Kejuaraan Dunia Yunior 2008 di Bali,” jelasnya.

(Arif M Iqbal/CN39/SM Network)

Comments

comments