Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Efri Meldi Matangkan Sistem Permainan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim putra basket PON XIX Jateng mulai mematangkan sistem permainan dalam pemusatan latihan. Dalam uji coba melawan tim putra Udinus dan Unnes, pemain dinilai mulai memahami pola dan sistem pertahanan yang diinginkan oleh sang arsitek Efri Meldi. Transisi bertahan ke menyerang dan sebaliknya sudah dijalankan dengan baik oleh tim.

”Dua uji coba ini belum jadi patokan untuk pemain. Kami sebatas ingin melihat sejauh mana anak-anak memahami dengan pola dan sistem permainan yang diinginkan. Terus terang, tim ini (PON XIX) belum mendapat banyak tekanan di dua uji coba. Tapi setidaknya, sistem permainan sudah mulai terbentuk,” tutur Efri usai laga uji coba melawan Unnes di GOR Satria.

Berdasar statistik pertandingan, turn over (kehilangan bola saat menyerang) masih sangat tinggi melihat level lawan yang dihadapi. Namun, pelatih tim IBL Satya Wacana itu menilai secara keseluruhan pemainnya tampil sesuai dengan yang diinginkannya.

Pada pemusatan latihan ini, dia masih fokus membangun sistem bertahan dan menyerang. ”Terus terang, kami diuntungkan dengan postur tubuh pemain. Hampir semua pemain bisa saling mengisi posisi. Sehingga banyak pilihan pada tiap posisi di tim ini,” tandasnya.

Pada tahapan ini, Efri memberi terus menggenjot dengan memberi latihan bertahan dan menyerang secara intensif. ”Kami belum masuk pada fase fisik. Rata-rata pemain menjalani latihan fisik di klub masing-masing, sehingga kami tak terlalu risau dengan kondisi fisik mereka karena terjaga,” tandasnya.

Manajer tim putra Jateng PON XIX Sukahat Harianja menyatakan akan mengintensifkan pemusatan latihan. Program uji coba ini juga untuk mengetahui sejauh mana penyerapan pemain pada program yang diberikan. Selain itu untuk mematangkan pola latihan. ”Bisa dikatan, dua uji coba ini untuk variasi latihan,” kata Sukahat.

(Krisnaji Satriawan / CN26)

Comments

comments