GEMBIRA: Para pemain dan ofisial tim sepak bola Ponpes Walisongo Sragen bergembira usai meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan penyisihan grup Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 putaran Nasional. Sore ini, Walisongo akan bertemu Ponpes DDI Kabalang Pinrang Sulawesi di babak 16 besar. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

Dua Ponpes Jateng Lolos 16 Besar

GEMBIRA: Para pemain dan ofisial tim sepak bola Ponpes Walisongo Sragen bergembira usai meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan penyisihan grup Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 putaran Nasional. Sore ini, Walisongo akan bertemu Ponpes DDI Kabalang Pinrang Sulawesi di babak 16 besar. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

GEMBIRA: Para pemain dan ofisial tim sepak bola Ponpes Walisongo Sragen bergembira usai meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan penyisihan grup Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 putaran Nasional. Sore ini, Walisongo akan bertemu Ponpes DDI Kabalang Pinrang Sulawesi di babak 16 besar. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Dua pondok pesantren (ponpes) dari Jateng, Ponpes Kauman Lasem dan Ponpes Walisongo Sragen sukses melangkah babak 16 besar Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 putaran nasional.

Di fase perdelapan final yang akan berlangsung Kamis (27/10) Kauman akan menantang tim Al Asyariah Tangerang (Banten) dan Walisongo bakal bersua wakil Sulawesi Ponpes DDI Kabalang Pinrang yang semuanya dilangsungkan di Stadion Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta.

“Alhamdulilah kami bisa lolos sampai 16 besar,” imbuh pelatih tim sepak bola Ponpes Kauman Lasem, Suprapto, Rabu (26/10).

Ponpes Kauman lolos ke 16 besar sebagai runner-up Grup B di bawah juara grup Ponpes Al-Muhajirin Mojokerto. Di babak penyisihan grup lalu Dafa cs meraih dua kali kemenangan dan sekali seri yang didapat kala bermain imbang 1-1 melawan Al-Muhajirin.

“Tidak ada persiapan khusus untuk melawan tim dari Banten tersebut. Kuncinya bermain kompak dan kami tidak memikirkan target tinggi dahulu,” tutur dia.

Suprapto pun paham pada babak ini sekalinya terpeleset maka keberlangsungan timnya di LSN 2016 akan langsung terhenti. Maka sebagai juara region 2 Jateng lalu itu, Suprapto meminta anak asuhnya untuk bermain normal.

Dia pun tidak mempedulikan adanya sosok mantan striker Timnas Indonesia Ilham Jayakesuma di balik layar tim Ponpes Al Asyariah yang berstatus sebagai juara grup F dengan selalu menyapu bersih kemenangan pada tiga laga babak penyisihan.

“Materi pemain lawan sepertinya setingkat di atas kami apalagi mereka punya sosok Ilham Jayakesuma yang terus memantau permainan Al Asyariah dari tribun penonton,” ungkapnya.

Tekad serupa juga digelorakan Ponpes Walisongo Sragen. Manajer Tim M Bahrul Mustawa bertekad lolos ke babak selanjutnya dengan terlebih dahulu mengalahkan Ponpes DDI Kabalang Pinrang sebagai runner-up grup D.

“Kelemahan di babak penyisihan grup tidak boleh terulang lagi di pertandingan menentukan besok,” tandas dia.

(Gading Persada/CN39/SM Network)

Comments

comments