ASAH KEMAMPUAN: Pembalap muda Arya Aditya mengasah kemampuan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. Dia berencana turut bersaing di kelas pemula pada kejurnas di Manahan, April mendatang. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Dua Pembalap Solo Bersiap Adu Kebut

ASAH KEMAMPUAN: Pembalap muda Arya Aditya mengasah kemampuan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. Dia berencana turut bersaing di kelas pemula pada kejurnas di Manahan, April mendatang. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

ASAH KEMAMPUAN: Pembalap muda Arya Aditya mengasah kemampuan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. Dia berencana turut bersaing di kelas pemula pada kejurnas di Manahan, April mendatang. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Dua pembalap motor Solo bersiap adu kebut dalam Kejurnas Motoprix Region II Seri 3 yang akan digelar di Sirkuit Manahan, 4-5 April mendatang.

Menurut Ketua Lilik Kusnandar, Federasi Olahraga Balap Motor (FOBM), atlet yang akan turun adalah Oki Andrian di kelas MP3 (125 cc tune up pemula) dan MP4 (110 cc tune up pemula), serta Arya Aditya di kelas MP5 (125 cc standar pemula) dan MP6 (110 cc standar pemula)

“Keduanya masih benar pemula, belum memiliki jam terbang di level nasional. Tetapi karena bertarung di rumah sendiri, mestinya mereka bisa mengeluarkan kemampuannya secara maksimal,” kata Lilik, Rabu (18/3).

Karena itu, pria yang juga Kabid Olahraga Motor pada Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng tersebut tidak berani bicara soal target. Lilik menyatakan, pengalaman bersaing menghadapi para pembalap yang memiliki banyak pengalaman nasional, menjadi sasaran utama kedua pembalap muda Kota Bengawan itu.

“Bisa menembus sepuluh besar saja, sudah bagus. Di kelas-kelas itu, sekarang ada banyak pembalap yang didukung tim-tim pabrikan. Sementara Oki dan Arya merupakan privater, artinya belum bernaung di bawah tim pabrikan,” tambahnya.

Minim Pembalap

Minimnya pembalap andal dari Solo itu, berbeda dengan situasi musim lalu. Kala itu, pembalap Agus “Iwan” Setiawan masih bertarung di arena Motoprix. Bahkan dia mampu mengawinkan gelar juara kelas MP1 (125 cc tune up seeded) dan MP2 (110 cc tune up seeded) di arena Motoprix Piala Menpora 2014 di Manahan. Namun, Iwan kini harus meninggalkan ajang Motoprix karena promosi ke level tertinggi balap motor Tanah Air, yakni Indoprix.

“Memang akhirnya harus ada regenerasi. Mudah-mudahan Oki dan Arya bisa segera membuntuti jejak Iwan, sehingga Solo kembali punya atlet andal di lintasan road race. Keduanya punya potensi bagus,” ujar Lilik.

Berkait persiapan kejurnas yang digelar FOBM bekerja sama dengan Club Motor Solo (CMS) April nanti, pria asal Rembang tersebut mengaku segala proses persyaratan administrasi kini sudah berjalan. “Lalu mulai pekan depan, kami juga segera membenahi lintasan, terutama penambalan beberapa bagian lintasan yang permukaan aspalnya terkelupas,” jelas dia.

(Setyo Wiyono/CN39)

Comments

comments